7 Tips Liburan Low-Budget di Semarang. Dijamin Seru!

Semarang merupakan destinasi wisata yang wajib dimasukkan ke dalam list pelesiran Anda menjelang libur pergantian tahun nanti. Tenang saja jika Anda belum punya cukup tabungan untuk berkeliling kota ini, berikut ada beberapa tips liburan low-budget di Semarang yang bisa dijadikan solusi. Mau Liburan ke Semarang? Ikuti Tips-Tips Berikut Ini! Meskipun kamu sedang Low-Budget, tapi kamu […]

The post 7 Tips Liburan Low-Budget di Semarang. Dijamin Seru! appeared first on TipsPintar.com.

Lanjut ..

Korlabi Resmi Laporkan Guntur Romli ke Bareskrim, Akankah Kali Ini Ahoker Ini Diusut?

Jum’at, 14 Desember 2018

Faktakini.com, Jakarta – Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir medio 2002-2004, Mohammad Guntur Romli, dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Korlabi (Koordinator Bela Islam) Dipimpin  Kadivhukum PA 212  Ust Damai Hari Lubis Sore ini mendatangi Bareskrim Polda Metro Jaya perihal terlapor Guntur Romli, dimana terkait pernyataan terbarunya yang mengundang kemarahan aktivis islam terkait kemarin Reuni Akbar 212 Di Monas dengan sebutan “Monaslim”, Kamis, (13/12).

Ketua Korlabi yang juga Kadivhukum PA 212, Damai Hari Lubis bersama rekan PA 212 turut serta membawa beberapa bukti laporan terkait hal tersebut diantaranya status yang ditulis guntur  di Media sosialnya serta bukti bukti kuat lainnya.

Ketua Korlabi yang juga Kadivhukum PA 212, Damai Hari Lubis mengatakan cuitan Guntur yang diduga menistakan agama berbunyi bahwa Umat muslim yang hadir ke monas silam sebagai sebutan “Monaslim” .

Berikut cuitan Guntur yang berujungan laporan itu, ” Dengar Dengar ada aliran baru jamaah Monaslim, Nabinya Hulaihi tuhannya Subenahu Watuulo, Ibadahnya setahun sekali di monas, umatnya 11 juta kesurupan “.

Pelapor adalah Benni Haris  Nainggolan seorang aktivis Islam. bersama saksi saksi Ketum PA 212 Ustad Slamet  dan sekjen Bernard PA. 212.  Laporan Korsa ini diterima dan terdaftar dalam 1 bundel. ” No LPB/1617/XII/2018/Bareskrim/ “, guntur terjerat kasus Penistaan agama  UU 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 156 KUHP jo pasal 156 huruf (a)  KUHP jo Pasal 28 Ayat (2) UU ITE.

Lanjut ..

Kunjungi Kebumen, Sandiaga Puji Kuliner Khas Daerah Itu

Jum’at, 14 Desember 2018

Faktakini.com, Kebumen – Kemanapun melangkah, Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno selalu disambut hangat oleh warga masyarakat.

Termasuk saat ia tiba di Kecamatan Ambal Kebumen Jawa Tengah dan langsung menuju tempat kuliner khas daerah tersebut, Sate Ayam Tino, Kamis (13/12/2018).

“Saya jarang sekali melihat sate ambal khas Kebumen ini ada di Jakarta. Ini merupakan tugas kita untuk memperkenalkan kekayaan kuliner ini ke Indonesia, bahkan internasional. Kuliner punya daya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata, khususnya untuk warga Kebumen, terang Sandi,

#SandiMuslimpreneur #CawapresMilenial

Sumber: Mediaemak-emak

Lanjut ..

61 Ribu Hilang dalam Migrasi Global, Termasuk Para Perempuan Indonesia

Prosesi pemakaman jenazah Adelina Sau, TKI perempuan asal provinsi NTT yang meninggal di Malaysia.
Pada suatu malam, seorang yang tidak dikenal muncul di pintu rumah seorang gadis, menawarkan pekerjaan menggiurkan. Orang itu mengatakan, “Tinggalkan duniamu, dan saya akan memberimu masa depan yang baik.”

Ini adalah kesempatan bagi Marselina Neonbota, usia 16 tahun meninggalkan desanya yang terpencil di salah satu bagian termiskin di Indonesia, untuk pergi ke negara tetangga Malaysia, di mana pekerja migran bisa memperoleh penghasilan lebih banyak dalam beberapa tahun, daripada penghasilan di kampungnya seumur hidup.

Ini adalah sebuah jalan keluar bagi seorang gadis yang sangat haus akan kehidupan di luar lahan pertanian yang dia lalui setiap hari sejauh 22 kilometer ke sekolahnya pulang-pergi. Dia mengambil kesempatan itu dan menghilang.

Anak perempuan ceria yang dikenal keluarganya sebagai Lina, bergabung dengan rombongan warga Indonesia yang bermigrasi setiap tahun ke negara-negara kaya di Asia dan Timur Tengah untuk bekerja. Tapi ribuan dari mereka pulang dalam peti-peti jenazah karena meninggal di negara orang, atau hilang. Di antara mereka, mungkin ratusan anak perempuan yang hilang tanpa diketahui dari bagian barat pulau Timor yang miskin dan di tempat-tempat lain di provinsi Nusa Tenggara Timur.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia mencatat, lebih dari 2.600 migran Indonesia meninggal atau hilang sejak tahun 2014. Jumlah tersebut kebanyakan mengabaikan orang-orang seperti Lina yang direkrut secara ilegal. Jumlah mereka diperkirakan 30 persen dari 6,2 juta pekerja migran Indonesia.

Bibi Lina, Teresia Tasoin, menyadari bahwa gaji bekerja di Malaysia bisa mendukung seluruh keluarga. Suaminya tidak bisa menghentikan hasrat Lina untuk pergi. Kurang dari satu jam setelah, masuk ke rumah mereka, orang yang tidak dikenal itu pergi dengan Lina, meninggalkan kampung halamannya.

Dalam masalah nasib para migran, Asia merupakan tempat yang paling tidak bisa ditembus. Asia memiliki lebih banyak migran dibanding wilayah manapun di dunia, karena jutaan orang pergi ke Asia dan ke Timur Tengah untuk bekerja. Namun Asia mempunyai paling sedikit data migran yang hilang.

Dalam sebuah penghitungan eksklusif, kantor berita Associated Press mendapati, lebih dari 8.000 migran meninggal dan hilang di Asia dan Timur Tengah sejak 2014, di samping 2.700 yang terdaftar meninggal atau hilang oleh Organisasi Internasional PBB untuk Migrasi. Lebih dari 2.000 korban yang dicatat oleh AP berasal dari Filipina saja. Dan tak terhitung kasus lain yang tidak pernah dilaporkan.

Penyelidikan oleh AP mencatat, setidaknya 61.135 migran meninggal atau hilang di seluruh dunia dalam periode yang sama, dan angka ini terus meningkat. Jumlah itu lebih dua kali lipat dari jumlah yang dicatat oleh Badan Migrasi Dunia atau IOM, satu-satunya kelompok yang telah berupaya menghitungnya. (ps)

Lanjut ..