22 Pelamar Ikuti Seleksi CMPDP di BEI Denpasar

Bisnis.com, DENPASAR – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Denpasar kembali menyelenggarakan Capital Market Profesional Development Program (CMPDP) dengan diikuti hingga 22 peserta pada 2018.

CMPDP ini merupakan hasil kolaborasi PT BEI dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku Self-Regulatory Organization (SRO). CMPDP diadakan dengan maksud menyiapkan talenta di industri pasar modal Indonesia.

Ada pun pada 2016 jumlah kandidat CMPDP yang ditempatkan di SRO sebanyak 26 orang dan pada 2017 sebanyak 31 orang.

Sementara itu, secara nasional, jumlah pelamar CMPDP sebanyak 3.962 orang. Saat ini, masing-masing pelamar sedang menjalani tes tertulis serentak di 29 kota besar Indonesia termasuk Bali pada Sabtu (21/4/2018).

Proses seleksi dilakukan secara terpusat oleh The Indonesia Capital Market Institute (TICMI).

Kepala Kantor Perwakilan BEI Denpasar Agus Andiyasa mengatakan seleksi ini sudah dilakukan sejak 2015 di Bali. Setiap tahun mengadakan seleksi, 1 hingga 2 orang perwakilan Bali selalu ditempatkan di SRO.

“Untuk yang tahun pertama ada satu yang lulus dari salah satu universitas di Bali dan sekarang sudah menjadi devisi pengawasan anggota bursa, jadi setiap tahun ada 1 atau 2 yang lulus,” katanya, Sabtu (21/4/2018).

Adapun dalam seleksi ini, penilaian mengenai kompetisi di bidang pasar modal, psikotes untuk melihat profesionalisme dan integritas, serta kerja tim begitu diperhitungkan.

Kata dia, antusiasme peserta untuk mengikuti CMPDP selalu tinggi sebab masyarakat telah mampu melihat potensi kerja pasar modal yang terbuka lebar. Apalagi, pasar modal diprediksi akan menjadi industry yang berkembang dan menjadi besar.

Saat ini, nilai kapitalisasi pasar pada 2018 sudah berada di angka Rp7.054 triliun, berbeda denga 4 tahun lalu yang nilainya hanya Rp3 triliun. Begitu juga transaksi harian saham yang 4 tahun lalu hanya sebanyak Rp5 triliun dan pada 2018 sudah mencapai Rp9 triliun. Sementara, jumlah emiten juga cukup tinggi yakni mencapai 572 perusahaan hingga perhitungan terakhir di 2018.

“Apalagi pemerintah juga mendorong pasar modal agar lebih baik karena salah satu faktor kemajuan ekonomi Indonesia, terbuka hebat lewat peluang di pasar modal, saat ini juga sudah makin banyak transaksi dan investor,” sebutnya.

Editor: Sutarno

Related posts

Leave a Comment