Batubara lokal dipatok, Baramulti Suksessarana menurunkan target

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Baramulti Suksessarana Tbk berharap, bisa membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 23% pada tahun ini. Target perusahaan berkode saham BSSR di Bursa Efek Indonesia tersebut, di bawah realisasi pertumbuhan kinerja 2017.

Tahun lalu, Baramulti mencetak penjualan US$ 392,57 juta atau tumbuh 61,82% year on year (yoy). Pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih lebih besar lagi, yakni 202,04% yoy menjadi US$ 82,82 juta.

Baramulti mempertimbangkan aturan domestic market obligation (DMO) batubara. Perusahaan ini memperkirakan, penerapan aturan tersebut bisa berdampak pada kinerja tahun ini. “Kayaknya bakal berat, maka plan budget kami kira-kira sama seperti tahun lalu,” ujar Eric Rahardja, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Baramulti Suksessarana Tbk, Jumat (20/4).

Adapun target produksi dan penjualan batubara 2018 mencapai 11,5 juta ton. Sebanyak 10 juta ton batubara berasal dari produksi anak usaha bernama PT Antang Gunung Meratus dan sisanya dari hasil Baramulti sendiri.

Sebagai perbandingan, realisasi produksi batubara tahun lalu mencapai 9,01 juta ton atau naik 13,45% yoy. Sementara penjualan batubara mencapai 9,39 juta ton atau tumbuh 13,3% yoy.

Supaya rencana bisnis tahun ini mulus, Baramulti menyediakan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 20 juta. Rencana penggunaan capex meliputi US$ 7 juta untuk eksplorasi serta US$ 6,2 juta untuk belanja mesin dan alat berat. Lantas, sisa capex untuk membangun fasilitas infrastruktur dan fasilitas pendukung lain.

Sumber capex tahun 2018 berasal dari kas internal dan pendanaan eksternal. Saat ini, Baramulti sedang bernegosiasi dengan sejumlah perbankan. “Dari eksternal sekitar US$ 10 jutaan,” terang Eric.

Sebagai perbandingan, realisasi capex tahun lalu sebesar US$ 6,62 juta. Alokasi terbanyak untuk eksplorasi yakni US$ 4,573 juta.

Khoiruddin, Direktur PT Baramulti Suksessarana Tbk mengatakan, tak ada rencana akuisisi tambang baru pada tahun ini. Baramulti memilih memaksimalkan potensi cadangan yang ada. Perusahaan ini akan memastikan cadangan-cadangan itu bisa segera dieksploitasi.

Selain menyusun target kerja tahun 2018, Baramulti menyiapkan rencana pembagian dividen final tahun 2017 sebanyak US$ 42 juta atau Rp 236,29 per saham. Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Jumat (20/4), telah menyetujui rencana itu. Sebelumnya, perusahaan ini sudah membagikan dividen interim US$ 25 juta.

Reporter: Aulia Fitri Herdiana

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BATUBARA

Related posts

Leave a Comment