Indonesia Butuh Rp30 Triliun untuk Bangun 1 Pelabuhan

Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. – Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah baru saja mendapat penjajakan dari calon investor asal Brasil untuk pengembangan pelabuhan yang ditawarkan yakni Kuala Tanjung, Bitung, dan Patimban.

Asisten Deputi Perumahan, Pertanahan dan pembiayaan infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi Bastari Pandji Indra mengatakan, untuk pengembangan setiap pelabuhan tersebut diprediksi membutuhkan investasi sekitar Rp25 triliun sampai dengan Rp30 triliun.

Namun, menurutnya, pihak calon investor Brasil belum memberikan gambaran detail tentang besaran kemampuan yang akan diinvestasikan.

“Mereka belum bilang secara pasti kemampuan dalam bidang permodalan yang akan diinvestasikan, tetapi kami sudah berikan gambaran karena pelabuhan di Indonesia besar-besar jadi kebutuhan dananya sekitar Rp30 triliun,” katanya, Senin (23/4/2018).

Bastari melanjutkan, dari tiga proyek yang dipaparkan calon investor Brazil cenderung tertarik dengan Pelabuhan Kuala Tanjung yang digarap oleh PT Pelindo I. Namun, baik Indonesia maupun Brasil masih akan melakukan pembicaraan lebih lanjut mengingat baru pertemuan pertama.

Dirinya menambahkan, pada pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap awal PT Pelindo I sudah menggandeng investor Jepang untuk pembiayaannya, sehingga calon investor yang masuk akan diarahkan pada pembiayaan pengembangan seperti gudang, extention pelabuhan, atau yang lain sebagainya.

Bastari memastikan pada akhirnya perusahaan pelat merah hanya akan menjadi penanggungjawab proyek mengingat keterbatasan dana yang dimiliki untuk pengembangan hingga proyek rampung, sehingga kedatangan investor selalu disambut dengan baik.

Sebelum Brasil, kata Bastari, sudah banyak calon investor yang ingin masuk pada proyek pelabuhan. Calon investor itu antara lain berasal dari China, Belanda, dan Dubai.

“Dalam RPJMN 2015-2019 ada 25 pelabuhan yang akan dibangun baik skala besar maupun kecil tetapi pemerintah sedang memprioritaskan pelabuhan hub seperti Kuala Tanjung, Bitung, dan Patimban,” ujarnya.

Bastari memaparkan usai proses penjajakan, pemerintah juga masih memiliki proses kualifikasi calon investor yang dilihat dari kemampuan serta nilai yang di bawa seperti keunggulan teknologi yang dimiliki.

Namun, pastinya pemerintah akan selalu terbuka mengingat kebutuhan pengembangan modal investasi PSN sangat tinggi.

Sementara itu, sejauh ini investasi pendanaan dari Brasil di Indonesia mayoritas masuk pada proyek strategis properti dan usaha kaitannya seperti beberapa kawasan industri di Cikarang, Jawa Barat.

Sementara itu, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) mencatat pendanaan untuk PSN yang telah dipangkas dari 245 proyek dan 2 program menjadi 222 dan 3 program diproyeksi hanya akan menggunaan pendanaan dari APBN sebesar 10% atau senilai Rp422 triliun.

Sisanya, BUMN/BUMD 31% senilai Rp1.254 dan swasta 59% senilai Rp2.414 triliun.

Adapun realisasi hingga 2017, dana APBN yang telah digunakan untuk mendanai proyek sejumlah Rp48 triliun, dana BUMN/BUMD Rp77 triliun, dan dana pihak ketiga atau swasta Rp239 triliun.

Tag : pelabuhan

Editor : Achmad Aris

Related posts

Leave a Comment