JELANG RAMADAN, Sejumlah Harga Komoidtas Masih Mahal

Pedagang daging ayam. – .

Bisnis.com, JAKARTA– Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan selama tiga bulan terakhir harga sejumlah komoditas tidak stabil seperti beras, minyak goreng, bawang merah dan daging ayam.

Minyak goreng dinilai mengalami peningkatan harga akibat distribusi stok di pasaran mengalami penurunan sehingga menyebabkan harga rata-rata mencapai Rp12.500 per liter. Padahal melihat harga Permendag 27/2017 telah menetapkan harga minyak curah Rp10.500 per liter dan minyak kemasan sederhana Rp11.000 per liter.

Sementara untuk daging ayam menurutnya di sejumlah daerah mengalami kenaikan mencapai Rp44.000 per kilogram. Seharusnya daging ayam sesuai acuan hanya 32.000 per kilogram.

“Pemerintah harus memastikan dulu produksi pangan tetap aman, dan memastikan sebaran wilayah produksi harus diketahui serta kelancaran alur distribusinya,” katanya kepada Bisnis, Senin (23/4/2018).

Dia menuturkan tahun lalu, sejak dua bulan menjelang puasa dan Lebaran, pemerintah telah melakukan komunikasi secara intens baik dengan petani hingga industri. Langkah tersebut dinilai dapat membuat sebuah kesepahaman yang mengasilkan psikologi pasar tidak terganggu.

Pihaknya juga mendorong adanya pendataan yang baik termasuk jumlah produksi bahan pokok dan sebarang wilayah prioduksi untuk masing-masing komoditas. Upaya itu diyakini akan membuat harga di pasar tetap stabil. Ketiadaan data tersebut kata Abdullah menjadi salah satu faktor peningkatan harga bahan pokok.

“Harus juga dilakukan kesepakatan dengan industri dan melakukan pengawasan agar tidak ada spekulan yang mencoba memainkan harga pokok,” ujarnya.

Pantauan di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) harga beras kualitas medium masih bertengger di harga rata-rata Rp11.850 per kilogram. Harga ini jauh di atas harga eceran tertinggi untuk beras medium wilayah Jawa, Sumatera Selatan dan Bengkulu sebesar Rp9.450 per kilogram.

Kemudian harga daging ayam juga masih berada di atas harga normal yakni Rp33.650 per kilogram, telur ayam seharga Rp23.550 per kilogram, bawang merah sejumlah Rp37.850 per kilogram dan cabai merah sebesar Rp41.300 per kilogran.

Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, pemerintah telah menetapkan harga daging ayam Rp32.000 per kilogram, telur ayam Rp22.000 per kilogram dan bawang merah Rp32.000 per kilogram.

Di samping itu harga acuan penjualan di konsumen untuk jagung sebesar Rp4.000 per kilogram, jauh dibanding penjualan saat ini yakni Rp7.312 per kilogram berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sementara harga kedelai berdasarkan beleid itu harusnya menjual Rp9.200 per kilogram untuk produk lokal, namun di pasaran tetap tinggi hingga Rp9.915 per kilogram.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan pihaknya akan menyiapkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan pasar guna menekan harga agar tidak semakin tinggi. Pihaknya juga bakal melibatkan Perum Bulog untuk membantu distribusi bahan pokok ke pasar.

“Kami minta kepada distributor untuk membanjiri pasar dengan margin keuntungan yang wajar,” kata Tjahya sata dihubungi Bisnis.

Tag : daging ayam

Editor : Linda Teti Silitonga

Related posts

Leave a Comment