Kekuatan Suara di IMF

imfSource: burnabynow.com

Dana Moneter Internasional atau the International Monetary Fund (IMF) dan saudara kandungnya Bank Dunia (the World Bank) lahir Pada tahun 1944 dari hasil Bretton Woods Conferenceyang secara resmi dikenal dengan theUnited Nations Monetary and Financial Conference, diselenggarakan di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat.

Tujuan utama IMF adalah untuk menjamin kestabilan sistem moneter internasional–sistem nilai tukar dan pembayaran internasional yang memungkinkan negara-negara dan warganya untuk melakukan transaksi satu sama lain dengan menjaga perkonomiann global dan perekonomian negara-negara anggotanya berada di jalur yang sehat, memberikan pinjaman kepada negara anggota yang mengalami persoalan neraca pembayaran, dan memberikan bantuan praktis kapada negara anggota. Sumber dana dikumpulkan dari negara anggota sesuai dengan kuota masing-masing. Besarnya kuota ditentukan berdasarkan ukuran perekonomian (nilai produk domestik bruto) negara anggota.
Screen Shot 2018-10-14 at 00.43.50Source: IMF

Sebaran kuota dewasa ini sudah tidak mecerminkan kekuatan ekonomi dunia. China, misalnya, merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, namun kuota dan kekuatan suaranya lebih kecil dari Jepang. Sebaliknya, negara-negara Eropa yang peranannya dalam PDB dunia kian susut memiliki kuota dan kekuatan suara lebih tinggi dari porsi PDB-nya. Tidak heran jika orang nomor satu di IMF selalu dari Eropa. Sejak berdiri, Managing Director IMF lima kali dari Prancis, dua kali dari Swedia, dan masing-masing sekali dari Jerman, Spanyol, Belanda, dan Belgia.

Bagi-bagi kursi ditentukan oleh Amerika Serikat dan negara-negara utama Eropa. Jabatan tertinggi kedua (First Deputy Managing Director) selalu berasal dari Amerika Serikat. Negara Paman Sam ini juga mendapat jatah mengisi Presiden Bank Dunia.
Keputusan-keputusan penting, termasuk perubahan IMF’s charter tidak bisa dilakukan tanpa persetujuan Amerika Serikat karena harus didukung 85 persen suara mayoritas. Dengan kekuatan suara 16,52 persen, Amerika secara de facto memiliki hak veto. Beberapa kali upaya untuk mereformasi IMF kandas karena tidak disetujui Amerika Serikat. Pertemuan di Bali tidak mengagendakan pembaruan IMF.

Screen Shot 2018-10-12 at 10.48.50

Share this:
TwitterFacebook

Like this:
LikeLoading…

Original Source

Related posts

Leave a Comment