Kementerian Perindustrian Gandeng Pabrikan Mamin Bangun Pusat Inovasi

Pengunjung memilih minuman di salah satu gerai supermarket. – JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perindustrian menggandeng Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) untuk membangun pusat inovasi. Fasilitas ini diharapkan dapat mendorong percepatan implementasi industri 4.0 di sektor makanan dan minuman.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan melalui pusat inovasi tersebut, para pelaku industri, termasuk IKM sektor mamin juga dapat memanfaatkan pengembangan teknologi. Dengan demikian, produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar domestik dan memenuhi kebutuhan ekspor.

“Kemarin sudah dibahas dengan beberapa perusahaan karena untuk sektor mamin di Indonesia belum ada innovation center-nya. Untuk industri lain seperti otomotif dan elektronik sudah ada,” ujarnya Senin (23/4/2018).

Airlangga menyatakan pihaknya sedang membahas anggaran dan konsep untuk proyek percontohan pusat inovasi sektor mamin. Sektor industri ini menjadi salah satu industri percontohan untuk implementasi industri 4.0, sehingga memerlukan pusat inovasi dalam upaya mempercepat penerapan revolusi industri tersebut.

Adhi S. Lukman, Ketua Gapmmi, mengatakan untuk pusat inovasi mamin akan diprioritaskan untuk industri berbasis daging dan berbasis biji-bijian. “Ini sangat dibutuhkan saat ini, kami akan fokus di situ dulu. Kalau ini sudah jalan, akan diperbesar lagi,” katanya.

Selain mendorong pembangunan pusat inovasi, Kemenperin juga berupaya mencetak SDM industri yang kompeten melalui program pendidikan vokasi untuk mempercepat penerapan industri 4.0.

Dalam upaya memfasilitasi perluasan pasar produk-produk industri nasional, Kemenperin juga aktif melakukan kegiatan promosi baik melalui pameran di dalam maupun luar negeri. Agenda pameran untuk promosi produk industri mamin yang rutin dilaksanakan setiap tahun adalah Pameran Industri Makanan dan Minuman dan Bazaar Lebaran.

Pameran Industri Mamin pada tahun ini akan berlangsung selama 5 hari, mulai 23 April hingga 27 April 2018 yang dibuka untuk umum pada pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Penyelenggaraan pameran ini diharapkan menjadi wahana pendorong bagi para pengusaha di bidang industri mamin guna memperkenalkan produk, kualitas dan citra merek serta memperoleh berbagai masukan dan keinginan dari pelanggan.

Tag : industri makanan dan minuman

Editor : Ratna Ariyanti

Related posts

Leave a Comment