LAPORAN DARI WASHINGTON : IMFC Fokus Redam Ketegangan Perdagangan

Delegasi Indonesia dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menghadiri Spring Meeting IMF-WB 2018 di Washington DC, Amerika Serikat. – JIBI/ David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, WASHINGTON—Upaya meredam potensi kerentanan keuangan dan meningkatnya ketegangan perdagangan, menjadi isu utama pertemuan Komite Moneter dan Finansial Internasional, IMFC.

Ketua IMFC Lesetja Kganyago menggarisbawahi bahwa pertumbuhan global akan lebih kuat dan menyebar, dengan pendorong utama perdagangan dan investasi.

Hanya saja, dunia dihadapkan pada awan hitam, geliat pertumbuhan akan menurun dalam beberapa kuartal mendatang, dengan meningkatnya kerentanan keuangan dan meningkatnya ketegangan perdagangan. Terlebih lagi, rasio utang global yang mencapai titik tertinggi, dapat mengancam pertumbuhan global.

“Kami sepakat memang ada beberapa awan gelap, dan kami perlu bersama untuk fokus pada reformasi ekonomi yang lebih dalam. Untuk memastikan pertumbuhan yang tinggi, berkelanjutan dan inklusif,” tuturnya dalam konferensi pers usai pertemuan IMFC, Sabtu (21/4/18) waktu setempat.

Komite sepakat untuk bersama memperkuat aktivitas perdagangan lintas negara, seiring meningkatnya kekhawatiran ketegangan yang berkembang.

Selain itu, IMFC sepakat mendukung IMF dan World Bank untuk mengembangkan beragam program kerja demi memperbaiki situasi global, meningkatkan transparansi utang.

Menurutnya, hal ini memerlukan upaya kolektif, dari debitur, kreditor serta seluruh komunitas internasional. Negara-negara juga diminta lebih konsisten dalam menerapkan agenda reformasi keuangan untuk memperkuat ketahanannya.

Lesetja optimistis bahwa atmosfer yang ada saat ini adalah momentum untuk bertumbuh dan bertindak. “Jendela peluang tetap terbuka dan harus dimanfaatkan dengan cepat,” tegasnya.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyebutkan kekhawatiran ketegangan perdagangan, juga dapat datang dari langkah-langkah proteksionisme yang telah diamatinya tiga tahun terakhir.

Merujuk laporan WTO, Lagarde mengatakan bahwa lebih banyak tindakan protektif yang muncul di seluruh dunia dibandingkan masa-masa sebelumnya.

“Jadi ada langkah-langkah proteksionisme yang konstan, meskipun rendah,” ujarnya.

Isu-isu yang tidak berhubungan langsung dengan perdagangan, juga menjadi sorotan, seperti peningkatan perlindungan kekayaan intelektual. The Fund sendiri akan fokus untuk membantu proses penyelesaian masalah yang menghambat stabilitas pertumbuhan.

IMF juga akan fokus mempromosikan sistem moneter dan keuangan internasional yang stabil.

Tag : imf,world bank

Editor : Saeno

Related posts

Leave a Comment