Menteri ESDM tetapkan dasar penentuan besaran bonus tanda tangan WK terminasi

KONTAN.CO.ID –JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan aturan baru. Kali ini terkait bonus tanda tangan untuk wilayah kerja (WK) migas terminasi.

Beleid tersebut bertajuk Keputusan Menteri (Kepmen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1794 K/10/MEM/2018 tentang Pedoman Penetapan Besaran Bonus Tanda Tangan dalam Evaluasi dan Penilaian Wilayah Kerja yang akan Dikelola Selanjutnya. Kepmen tersebut ditetapkan pada 18 April 2018.

Baca Juga

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan penetapan formula ini dilakukan agar pemerintah memiliki dasar dalam menetapkan bonus tanda tangan untuk WK migas terminasi. Sebelumnya pemerintah hanya menggunakan data statistik.

“Iya, biar clear kalau tidak ada formulanya bingung. Kalau Mahakam data statistik paling mahal US$ 40 juta. Jadi Mahakam harus lebih dari itu, jadi US$ 41 juta. Sekarang ada formula jadi ada dasarnya,”jelas Djoko ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Senin (23/4).

Meski sudah ditetapkan formulanya, Kepmen tersebut tetap menyebutkan batasan angka minimal dan maksimal untuk bonus tanda tangan. Untuk batas minimal ditetapkan sebesar US$ 1 juta dan batas maksimal sebesar US$ 250 juta.

Penetapan formula bonus tanda tangan ini diterima baik oleh Indonesian Petroleum Association (IPA). Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong mengatakan penetapan formula bonus tanda tangan sepenuhnya adalah kewenangan pemerintah.

“Ini adalah proses normal dari sebuah penandatangan WK. Besarnya bonus menjadi hak pemerintah untuk menentukannya dan saya kira bisa ditetapkan langsung oleh pemerintah tanpa mengkonsultasikannya ke IPA,”ujar Marjolijn kepada Kontan.co.id Senin (23/4).

Asal tahu saja, dalam Kepmen 1794 K/10/MEM/2018 tertuang formula besaran bonus tanda tangan ditetapkan sebagai berikut :

Bonus tanda tangan + 25% x (NpV 10% kontraktor-biaya investasi yang belum dikembalikan -NPV10% komitmen kerja pasti)

NPV10% kontraktor adalah net present value yang dihitung dari cash inflow dan cash outflow dari kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi selama periode tertentu dengan discount rate sebesar 10% yang didasarkan pada program kerja yang disetujui oleh SKK Migas :

– Dihitung menggunakan harga minyak bumi dan/atau harga gas bumi rata-rata lima tahun terakhir dari WK yang bersangkutan.

– Menggunakan asumsi biaya Opex pada tahun pertama adalah rata-rata lima tahun terakhir, sedangkan Opex tahun berikutnya ditambah inflasi 2% per tahun.

– Dihitung sesuai dengan cadangan minyak dan/atau gas bumi yang ada atau maksimal untuk 20 tahun.

– Menggunakan perhitungan pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

– Perkiraan produksi menggunakan production curve berdasarkan sisa cadangan ditambah produksi dari hasil investasi yang disepakati oleh para pihak.

Biaya investasi yang belum dikembalikan adalah biaya investasi yang digunakan untuk meningkatkan dan/atau mempertahankan produksi paling lama lima tahun sebelum kontrak kerjasama berakhir yang telah diverifikasi dan disetujui oleh SKK Migas.

Komitmen kerja pasti adalah investasi yang dilakukan oleh Kontraktor berdasarkan komitmen yang disepakati untuk peningkatan cadangan dan produksi dalam periode lima tahun pertama yang disetujui oleh SKK Migas

NPV10% komitmen kerja pasti adalah nilai saat ini yang dhitung dari cash outflow pada Komitmen Kerja Pasti dengan discount rate sebesar 10%.

Besaran bonus tanda tangan paling sedikit sebesar US$ 1 juta dan paling banyak sebesar US$ 250 juta. Formula penetapan digunakan sebagai pedoman dalam proses evaluasi dan penilaian besaran bonus tanda tangan pad WK yang dikelola selanjutnya.

Reporter: Febrina Ratna Iskana

Editor: Herlina Kartika

TAMBANG DAN ENERGI

Related posts

Leave a Comment