Berbeda dengan Fredrich, KPK sebut Biaya Konsumsi Tahanan Rp 42 Ribu Per Hari


KRICOM – Biaya pengadaan konsumsi untuk para tahanan di setiap rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya sudah ditetapkan Kementerian Keuangan sebesar Rp 42 ribu per orang dalam satu hari.

Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Menurutnya sudah ada standar biaya pengadaan konsumsi yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan.

“Standar biaya pengadaan konsumsi sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49/PMK.02/2017 tentang standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2018 adalah sebesar Rp42 ribu perorang, perhari,” kata Febri Diansyah kepada awak media, Jumat, (20/4/2018).

Pernyataan ini sekaligus membantah ucapan bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi yang menuduh lembaga anti rasuah melakukan korupsi lantaran tidak memberi makan kepada penghuni rutan.

Menurut Fredrich, biaya konsumsi sebesar Rp 40.000 per hari dinilai tidak sepadan dengan makanan yang diterimanya.

Baca Juga : KPK Pastikan Status Tersangka Cagub Maluku Utara Tepat

Anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini juga mengeluhkan ruangan KPK yang terlalu sempit. Menurutnya, rutan lembaga anti rasuah merupakan penjara paling payah.

Komentar Fredrich jelas berlainan dengan pengakuan Febri. Menurutnya, beragam menu disajikan KPK kepada para tahanan seperti roti gandum berikut selai, kedai susu, nasi ayam goreng, lontong sayur dan lain sebagainya.

Febri menjelaskan bahwa sistem pengadaan konsumsi di KPK dilakukan dengan cara lelang setiap enam bulan sekali. Hal itu guna menghindari kebosanan tahanan terhadap menu tertentu.

“Sesuai dengan standar biaya dari Kementerian Keuangan, maka dilakukan proses lelang setiap enam bulan. Di proses itulah para peserta lelang menyampaikan apa saja yang bisa disediakan. Tentu, diperhatikan juga aspek kebersihan dan gizi secara umum,” pungkas Febri.

Related posts

Leave a Comment