Ini Alasan Ojol Minta Tarif Dinaikkan Jadi Rp 3.000/ KM


KRICOM – Sularso (25), salah seorang driver ojek online (ojol) mengaku, tuntutan teman-temannya untuk menaikan tarif menjadi Rp 3.000 perkilometer adalah hal yang wajar. Pasalnya, ini dianggap sesuai dengan kondisi yang ada.

“Wajar sajalah kalau naik jadi Rp 3.000 perkilometer. Selama ini kan tidak ada kejelasan,” kata Sularso kepada KRICOM.ID, Senin (23/4/2018).

“Jadi karena tidak ada kejelasan terkait tarif justru menyebabkan pendapatan driver ojol tidak menentu,” tambahnya.

Justru, lanjut Sularso, keadaan saat ini menyebabkan tak jarang pengemudi harus gigit jari karena merugi.

“Kalau dibandingin dengan penghasilan yang sekarang ini justru kami merasa rugi, karena banyak penumpang yang dibawa jauh-jauh lokasinya tetap bayar Rp 20.000,” jelasnya.

Baca Juga : Berang Rekannya Tetap Narik, Puluhan Ojol Paksa Penumpang Turun dari Motor

Oleh sebab itu, ia menilai, kondisi sekarang ini membuat para driver ojol bagaikan kerja di masa penjajahan.

“Keringat kami diperas, berbeda dengan hasil kerja keras kami selama ini,” ungkapnya.

Ribuan driver ojol menggelar aksi 234 untuk menuntut kepada pemerintah agar menaikan tarif Rp 3.000 perkilometer dan kepastian hukum. Bahkan, mereka mengancam tidak akan membubarkan diri bila tuntutannya tidak dipenuhi.

Related posts

Leave a Comment