Jokowi Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Tas Sembako, Natalius: Pemerintah Itu Munafik


KRICOM – Aktivis HAM Natalius Pigai mengecam adanya anggaran khusus sebesar Rp 3 miliar yang diduga diperuntukkan untuk pengadaan sembako. Sebab, hal itu adalah bentuk kemunafikan.

Natalius mengungkapkan, kemunafikan itu antara lain pemerintah Jokowi sebelumnya tak setuju dengan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) seperti yang jamak di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Tapi apa, bagi-bagi sembako itu bantuan langsung tidak? Berarti memang pemerintah itu munafik. Karena dulu mereka menolak bantuan langsung tunai, tapi sekarang mereka lakukan bantuan langsung sembako,” kata Natalius kepada Kricom di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Natalius melanjutkan, dalam revolusi mental yang diucapkan Jokowi adalah menghapus mental hipokrit atau ‘pura-pura baik’.

Selain itu, dengan bantuan sembako melempar ke orang lain, hal itu sangat bertentangan dengan hati nurani dan moralitas.

Baca Juga : Meski Rajai Survei, Nasdem: Kami Tak Boleh Jumawa, Jokowi Belum Aman

“Karena bantuan langsung itu dilempar ke masyarakat meski dia dalam keadaan membutuhkan dan kesulitan, tapi kan tak lantas dengan melempar. Itu merendahkan masyarakat hingga mereka merasa terhina,” kata mantan Komisioner Komas HAM.

Pembahasan soal tas sembako Jokowi ini ramai di media sosial Twitter dan Facebook. Informasi soal tas sembako ini berasal dari situs LPSE Kemenkeu.

Di laman lpse.kemenkeu.go.id, tercantum informasi soal lelang ‘Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden’ dengan kode lelang 23246011. Pengadaan ini ada di bawah Kementerian Sekretariat Negara, satuan kerja Istana Kepresidenan Jakarta.

Nilai pagu paket Rp 3.000.000.000 dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) paket Rp 600.000.000. Anggaran ini bersumber dari APBN.

Related posts

Leave a Comment