Penguasa yang Menganggap Kecurangan Bagian dari Demokrasi

Portaldaily.net, Jakarta – Beberapa menit setelah MK memberikan putusan hasil sidang gugatan tim 02 atas hasil Pilpres 2019. Pasangan calon Prabowo-Sandi langsung menggelar jumpa pers. MK dalam putusanya menyatakan menolak seluruh gugatan Prabowo-Sandi, mulai dari dalil-dalil kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), dalil soal Situng dan DPT, hingga dalil soal posisi Ma’ruf Amin di bank syariah. Bukti dan saksi- saksi yang diajukan tidak bisa menembus dan mengalahkan kecurangan TSM. Bahkan di dalam lembaga hukum tertinggi yang dimiliki bangsa ini. Dalam jumpa persnya Prabowo menyatakan menghormati putusan tersebut. “Walaupun kami…

Lanjut ..

Pemerintahan Jokowi tidak Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi RI

Portaldaily.net, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kepemimpinan Jokowi hanya mampu bertahan di angka 5% saja. Seharusnya dengan adanya seorang Presiden yang memimpin sebuah negara yamg besar, bisa mendapatkan hasil yang lebih dari itu. Tapi sepertinya, adanya Presiden di negeri ini tidak mempunyai pengaruh bahkan tidak berdampak sedikitpun terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak 2014 ekonomi nasional hanya mentok di kisaran 5%-an. Pad tahun 2014, ekonomi RI tumbuh 5,02%. Lalu di 2015 hanya 4,79%. Pada 2016 realisasi pertumbuhan ekonomi ada di 5,02%. Selanjutnya, di 2017,…

Lanjut ..

Rakyat Menyumbang Capresnya, Tanda Kebangkitan Kekuatan Rakyat

Portaldailynet, Jakarta – Gelombang arus Rakyat bawah yang mempunyai keinginan akan suatu perubahan nampaknya sudah tak terbendung lagi. Susahnya perekonomian, kurangnya lapangan pekerjaan, tidak terjaminya keadilan hukum menjadi beberapa alasan masyarakat, untuk mengganti Presiden pada pemilu nanti. Tidak taat akan aturan Pemilu yang dipertontonkan oleh Paslon petahana dan para pendukungnya. Bawaslu dan Polri yang seharusnya menjadi pengawas dan wasit justru tidak netral dan ikut dalam gelanggang permainan, mendukung petahana. Terkekangnya kebebasan mengutarakan pendapat dan menentukan pilihan. Semakin menambah dorongan untuk mengganti Presiden. Ancaman dan intimidasi dengan jeratan hukum pidana dan…

Lanjut ..

Presiden dan Menterinya Tidak Profesional dan Kompeten, Negara dan TNI Diremehkan

Portaldailynet, Jakarta – Kekuatan dan kehebatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sepertinya dianggap remeh oleh Kelompok separatis Papua Barat. Tentara militer Indonesia bagaikan anak pramuka bagi kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Hal ini terungkap melalui video ancaman dari Kelompok separatis Papua Barat. Dalam vedio itu kelompok separatis mengancam akan melakukan serangan lebih banyak di jalan-jalan trans-Papua di wilayah Nduga. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) meledek Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tidak mampu menemukan mereka walaupun TNI di wilayah pegunungan yang sama dengan mereka. Sementara itu, United Liberation Movement…

Lanjut ..

Demokrasi Mati di Tangan Petugas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Portaldailynet, Jakarta – Rasa takut, kalut, dan marah karena terpojok dan merasa kalah, membuat orang akan menerjang secara membabi – buta. Tidak perduli norma – norma, aturan, bahkan tidak perduli jika harus hancur lebur. Mungkin seperti itulah yang tengah dirasakan, dan harus dilakukan Jokowi selaku Paslon dari petahana. Berbagai cara telah dilakukan. Mobilisasi para pejabat ASN untuk secara terselubung ikut mengkampanyekan dirinya. Dan menghukum Pejabat ASN yang menolak instruksinya dan mendukung kubu sebelah. Menebar janji -janji yang baru, sementara janji lama tak kunjung di tepati. Menambah banyak model kartu, padahal…

Lanjut ..

Pancasila Tidak Sakti Menghadapi Budaya Birokrasi dan Watak Sakit Korupsi

Portaldailynet, Jakarta – Maraknya pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tertangkap tangan belakangan ini menandakan ada yang salah di dalam tubuh lembaga Negara ini. Bahkan bisa jadi ada yang salah dalam sistem tatanan bernegara dan bermasyarakat. Banyaknya pegawai, pejabat, dan pimpinan lembaga negara yang menyalahgunakan wewenangnya untuk melakukan tindakan korupsi. Hal ini tidak bisa dinilai dari satu sisi saja. Bahwa hanya yang melakukan korupsi saja yang salah. Tapi ini lebih dari itu. Jadi dimanakah letak kesalahannya. Apakah ada di sistem lembaga negaranya? Program BUMN bersih telah di jalankan. Dengan…

Lanjut ..

Perahu Berpenumpang Muslim Rohingya Tiba di Sumatra

Sebuah perahu berpenumpang 20 lelaki yang diduga Muslim Rohingya telah tiba di pulau Sumatra. Ini merupakan kedatangan terakhir dari gelombang pengungsian yang kian besar dalam upaya mereka menghindari persekusi di Myanmar. 

Pihak berwenang Myanmar baru-baru ini menghentikan sejumlah perahu yang dipenuhi migran Rohingya yang berusaha berlayar ke Malaysia. Warga Rohingya yang ditahan itu melarikan diri dari kamp-kamp pengungsi yang penuh sesak di negara tetangga, Bangladesh, di mana lebih dari 700 ribu pengungsi berjubel di sana setelah melarikan diri dari penindakan brutal oleh militer yang dilancarkan tahun lalu di negara bagian Rakhine. Myanmar menganggap Rohingya sebagai imigran gelap dari Bangladesh, tidak mengakui mereka sebagai warga negaranya dan tidak memberikan hak-hak dasar mereka. 

PBB telah menuduh militer Myanmar melancarkan penindakan keras dengan tujuan melakukan genosida.

Krisis terbaru yang melibatkan Rohingya ini telah menimbulkan kekhawatiran mengenai berulangnya peristiwa tahun 2015, sewaktu banyak warga Rohingya dibiarkan terkatung-katung di laut setelah Thailand menindak keras jaringan perdagangan manusia di kawasan itu pada tahun tersebut. [uh]

Lanjut ..

Kapal Migran Rohingya Tiba di Aceh

Sebuah perahu berisi 20 orang yang diduga migran etnis Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar tiba di Aceh, Selasa (4/12), kantor berita AFP melaporkan. Mereka berlayar menggunakan perahu kayu yang sudah reyot.

“Kami tidak bisa berkomunikasi dengan mereka karena mereka tidak bisa bicara dalam bahasa Indonesia, Aceh atau bahasa Inggris. Jadi kami tidak tahu banyak tentang mereka,” kata Iswandi, Camat Idi Rayeuk, tempat para pendatang tersebut berlabuh.

Belum diketahui dari mana kelompok pria tersebut, yang diduga berusia 20-40 tahun, berlayar. 

Beberapa minggu terakhir otoritas Myanmar dan Bangladesh telah menghentikan perahu-perahu yang membawa para migran Rohingya menuju Malaysia. Sekitar satu juta migran etnis Rohingya Muslim saat ini masih tinggal di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh.

Biasanya para migran Rohingya jarang menggunakan jalur laut sejak otoritas Thailand menumpas jaringan pengungsi pada 2015. Langkah Thailand memicu krisis di seluruh Asia Tenggara karena mengakibatkan sejumlah besar pengungsi Rohingya terdampar di laut.

Tahun itu, ratusan Rohingya berlabuh di pantai-pantai di Aceh dan diterima dengan tangan terbuka.

Namun ada kekhawatiran kelompok Rohingya yang makin putus asa akan nekad menempuh jalur laut, terutama setelah militer Myanmar melancarkan kekerasan tahun lalu yang memaksa 700 ribu orang dari kelompok minoritas itu melarikan diri ke Bangladesh.

April lalu, sekitar 80 Rohingya dengan menggunakan perahu kayu berlabuh di Aceh, beberapa minggu setelah puluhan lainnya tiba di Malaysia. [ft/au]

 

Lanjut ..

Pembunuhan di Papua: Kelompok Bersenjata Serang Pekerja, 24 Tewas

Pasukan gabungan polisi dan tentara di Papua, Selasa (4/12), sedang bergerak dari Wamena di Jayapura ke Yigi, Nduga untuk memastikan laporan serangan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang menewaskan sedikitnya 24 pekerja, kata Kapendam 17 Cenderawasih, Kolonel Infantri Muhammad Aidi, kepada VOA Selasa pagi.

“Informasi yang diterima baru satu arah melalui Radio SSB pada hari Senin (3/12), dari tokoh gereja di Yigi, bahwa telah terjadi pembunuhan pekerja bangunan jembatan Kali Yigi – Kali Aurak di distrik Yigi, kabupaten Nduga,” ujar Muhammad Aidi. 

Kata Muhammad Aidi, “laporan ini belum dapat di-cross-check karena di sana tidak ada sinyal telekomunikasi dan listrik, dan karenanya pasukan sudah bergerak, tetapi belum sampai.” Diperlukan waktu sekitar delapan jam untuk mencapai Yigi dari Waimena, lewat jalan darat.

Informasi yang diperoleh VOA dari berbagai sumber mengatakan bahwa para pekerja yang tewas ini adalah pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, di Nduga, yang dibunuh kelompok kriminal separatis bersenjata pada Minggu (2/12). 

“Sekali lagi kami belum bisa konfirmasi karena tidak ada sinyal telekomunikasi dan listrik,” ujar Muhammad Aidi. “Itu daerah yang terisolasi, jalur Trans Papua yang memang sedang dibangun. Daerah itu masih terisolasi. Selama ini hanya bisa didatangi pesawat kecil yang berkapasitas 12 orang,” tambahnya.

Keterangan tertulis yang didapat dari Kabidhumas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kapal berdasarkan informasi dari masyarakat di lokasi, “kelompok kriminal itu sedang merayakan upacara HUT OPM (Organisasi Papua Merdeka.red) di distrik Yigi. Kemudian salah seorang pekerja ada yang mengambil foto upacara. Melihat itu mereka marah sehingga membantai pekerja-pekerja itu.” 

Menurut keterangan tersebut, hingga saat ini korban belum bisa dievakuasi karena masih dijaga anggota kelompok kriminal tersebut. Sepuluh pekerja dilaporkan berhasil melarikan diri, dua orang kini berada di distrik Mbua dan delapan lainnya di distrik Yal. [em]

Lanjut ..

Aliansi Laki-Laki Baru, Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Sebagian besar pelaku kekerasan terhadap perempuan merupakan orang terdekat atau keluarga. Laporan PBB mengenai Narkoba dan Kejahatan menyebutkan ada 137 perempuan tewas per hari atau hampir enam orang terbunuh setiap jam oleh pasangannya atau anggota keluarga di dunia.

Sementara kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan kerap menyasar kelompok perempuan agar lebih paham tentang hak-hak mereka dan berani melapor saat menjadi korban, kampanye untuk laki-laki yang kerap menjadi pelaku kekerasan jarang dilakukan. Karena itulah, Koordinator Kolektif Nasional Aliansi Laki-Laki Baru, Syaldi Sahude mengatakan, kelompoknya berusaha menggelar kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan dengan menyasar kelompok laki-laki.

“Kami juga mendapatkan data dari beberapa kawan, terutama yang bekerja di woman crisis center. Bahwa banyak perempuan korban KDRT itu setelah proses pemulihan dan pemberdayaan itu memilih kembali ke pasangannya yang berjenis kelamin laki-laki. kami mulai berpikir, kenapa tidak laki-lakinya yang kita sasar,” jelas Syaldi Sahude kepada VOA, Sabtu (1/2) malam.

Syaldi menambahkan gerakan Aliansi Laki-Laki Baru lebih menyasar kelompok remaja berusia 13-21 tahun dan kelompok usia 21-35 tahun. Menurutnya, perspektif kedua kelompok usia tersebut masih berpeluang besar untuk bisa diubah, ketimbang kelompok usia 35 tahun ke atas. Sementara untuk strategi, katanya, disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing daerah.

“Ada dua wilayah kerja, di rural dan urban. Nah di urban, kami menjangkau melalui media sosial. Kalau di rural biasanya, tapi tidak selalu, menggunakan diskusi-diskusi kampung seperti pengajian, kalau di NTT seperti Kebaktian, atau arisan bapak-bapak. Jadi sangat tergantung konteks dan lingkungannya,” imbuhnya. 

Ia menuturkan saat ini ada lebih dari 100 relawan Aliansi Laki-Laki Baru di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta, Bengkulu, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Yogyakarta.

Sejauh ini, kata dia, respon dari para laki-laki cukup positif terhadap kampanye-kampanye yang mereka lakukan. Salah satunya yang sedang diperjuangkan saat ini yaitu soal pembagian peran antara laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga.

“Kami biasanya menawarkan hal praktis, misalnya kalau istri sedang sibuk mengurus anak dan sebagainya. Masa laki-laki hanya diam saja, menonton tv dan sebagainya. Bayangkan kalau kita bisa saling membantu, tentu saja beban yang ditanggung perempuan lebih berkurang dan tidak akan capek. Dan tentu saja quality time dengan pasangan akan lebih baik.”

Syaldi meyakini dengan gerakan Aliansi Laki-Laki Baru ini akan semakin banyak laki-laki yang berani bersuara tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan perubahan perspektif yang setara gender di Indonesia secara perlahan-lahan di Indonesia.

Suara Perempuan

Senada dengan Aliansi Laki-Laki Baru, aktris Velove Vexia menilai perlu adanya gerakan bersama antara laki-laki dan perempuan dalam melawan kekerasan terhadap perempuan. Menurutnya, dukungan dari semua pihak akan semakin menguatkan para korban untuk bersuara dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan lain. Termasuk, kata dia, untuk mengubah budaya masyarakat yang terkadang masih mentolerir kekerasan terhadap perempuan.

“Kita semua harus bersuara, mau perempuan atau laki-laki, kita justru harus bersuara tidak perlu menjadi korban. Bahkan kita bisa membantu menyuarakan suara-suara korban yang tadinya takut. Tapi dengan semakin banyaknya yang bersuara, akhirnya akan ada perubahan budaya,” tutur Velove Vexia di @america, Pacific Place, Selasa (27/11).

Velove mengaku tertarik bergabung dengan kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan karena kerap mendengar adanya kasus kekerasan yang menimpa remaja. Semisal pemukulan yang dilakukan pasangan atau pacar kepada perempuan.

Sementara menurut Spesialis Program Badan Urusan Pemberdayaan dan Kesetaraan Jender Perempuan PBB, Lily Puspasari, satu dari tiga perempuan di dunia pernah mengalami kekerasan. Data tersebut selaras dengan data kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Karena itu, kata dia, kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan ini terus disuarakan hingga menjadi isu bersama.

“Satu dari tiga perempuan masih mengalami kekerasan seksual atau fisik yang dilakukan pasangan atau non pasangannya. Dan satu dari lima anak pernah mengalami pelecehan seksual dalam hidupnya. Itu data global, data Indonesia masih sama,” jelas Lily. 

Lily menambahkan fakta ini menunjukkan tidak adanya keadilan gender bagi perempuan di di berbagai penjuru dunia, termasuk di negara-negara maju dan berkembang. Sebab menurutnya, salah satu parameter untuk mengukur keadilan gender adalahkasus kekerasan terhadap perempuan. [Ab/ab]

Lanjut ..

Reuni 212 Bukan Kampanye?

Meskipun berulangkali diserukan bahwa acara reuni 212 bukan kampanye, tetapi kehadiran sejumlah besar tokoh dari salah satu kubu dan seruan pendiri Front Pembela Islam FPI untuk tidak memilih calon presiden yang didukung partai penista agama, membuat sulit membedakan acara tersebut dengan kampanye.
Lanjut ..