Kanye West: Perbudakan 400 Tahun Afrika-Amerika Adalah Pilihan

RMOL. Bintang rap Amerika Serikat, Kanye West mengatakan bahwa perbudakan historis orang Afrika-Amerika yang terjadi selama ratusan tahun di masa lalu mungkin merupakan “pilihan”.

“Ketika Anda mendengar tentang perbudakan selama 400 tahun. Selama 400 tahun? Kedengarannya seperti pilihan,” katanya saat tampil di situs hiburan TMZ pekan ini.

Perbudakan yang dimaksud West adalah yang terjadi selama abad ke-17, 18 dan 19 di mana orang kulit hitam dibawa secara paksa dari Afrika ke Amerika Serikat untuk dijual sebagai budak.

Komentar West tersebut memancing tanggapan marah dari anggota staf yang berkulit hitam di TMZ, Van Lathan.

Lathan mengatakan komentar rapper itu tampaknya dibuat tanpa pemikiran matang.

“Anda berhak untuk percaya apa pun yang Anda inginkan, tetapi ada fakta dan dunia nyata, konsekuensi kehidupan nyata di balik semua yang baru saja Anda katakan,” tambahnya seperti dimuat BBC.

“Kita harus berurusan dengan marginalisasi yang datang dari perbudakan 400 tahun yang Anda katakan untuk orang-orang kami adalah sebuah pilihan,” sambungnya

Selain Lathan, komentar West juga memicu reaksi di media sosial dengan beberapa pengguna Twitter menyarankan rapper itu harus membaca kembali buku-buku sejarah.

Ini bukan kali pertama dia membuat kontroversi. Sebelumnya beberapa waktu lalu West juga menjadi sorotan karema dukungan vokalnya untuk Presiden Donald Trump. [mel]

Read More

Bom Bunuh Diri Kabul Sengaja Targetkan Wartawan

RMOL. Sedikitnya 26 orang tewas dalam serangan bom ganda yang terjadi di ibukota Afghanistan Kabul kemarin (30/4). Di antara mereka yang tewas, sembilan di antaranya adalah wartawan.

Para wartawan tersebut berdatangan ke lokasi ledakan ketika ledakan pertama terjadi. Namun setelah mereka berkumpul untuk meliput, ledakan bom bunuh diri kedua terjadi dan para wartawan itu pun menjadi korban.

Ledakan pertama dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri yang menumpan sepeda motor. Para korban yang berjatuhan adalah warga di skeitar lokasi.

Kemudian serangan kedua terjadi sekitar 15 menit kemudian dan menewaskan lebih banyak orang termasuk wartawan yang meliput.

Kelompok militan ISIS mengklaim serangan tersebut.

Dalam serangan Kabul, kantor berita AFP mengabarkan bahwa serangan kedua sengaja menargetkan kelompok wartawan.

“Pembom menyamar sebagai jurnalis dan meledakkan dirinya di antara kerumunan,” kata juru bicara polisi dikutip AFP.

Sembilan wartawan dan fotografer dan empat petugas polisi, termasuk di antara yang tewas. Sejauh ini, 45 orang telah dilaporkan terluka. [mel]

Read More

Trump Layak Dapat Hadiah Nobel Perdamaian

RMOL. Presiden Korea Selatan Moon Jae In mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump layak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Bukan tanpa alasan, Moon melontarkan pernyataan tersebut karena menilai bahwa Trump telah melakukan upaya besar untuk mengakhiri kebuntuan dengan Korea Utara terkait dengan program senjata nuklirnya.

“Presiden Trump harus memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian. Yang kami butuhkan hanyalah perdamaian,” kata Moon pada pertemuan para sekretaris senior, menurut seorang pejabat Presiden Blue House yang memberi penjelasan kepada media, sebagaimana dimuat Reuters awal pekan ini.

Moon dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un diketahui bertemu dalam pertemuan tingkat tinggi bersejarah dalam satu dekade terakhir di perbatasan kedua negara. Dalam pertemuan itu, banyak hal bersejarah yang disepakati dan mengubah peta perpolitikan serta arah kebijakan kedua negara.

Sementara itu, Trump sendiri dijadwalkan untuk bertemu dengan Kim bulan Mei ini atau di awal Juni untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi dan membahas hubungan lebih jauh ke depannya.

Amerika Serikat di bawah kepempimpinan Trump sendiri telah memimpin upaya global untuk memberlakukan sanksi yang lebih ketat terhadap Korea Utara. Trump bahkan pernah saling melontarkan retorika dan ancaman dengan Kim pada tahun lalu atas perkembangan nuklir nuklir Korea Utara yang disebut-sebut mampu mencapai Amerika Serikat. [mel]

Read More