Prancis batalkan kenaikan pajak bahan bakar menyusul protes

Yusuf Ozcan

PARIS

Prancis membatalkan kenaikan pajak bahan bakar menyusul demonstrasi selama berminggu-minggu yang berujung kerusuhan.

“Pemerintah siap untuk berdialog karena kenaikan pajak ini telah dihapus dari rancangan anggaran 2019,” kata Perdana Menteri Edouard Philippe pada Rabu dalam sebuah pidato di Majelis Nasional atau majelis rendah parlemen.

Langkah ini menyusul pengumuman oleh Philippe sehari sebelumnya bahwa kenaikan pajak akan ditunda selama enam bulan dan bahwa penangguhan juga akan berlaku untuk kenaikan harga gas dan listrik.

Ribuan pengunjuk rasa rompi kuning berkumpul di Paris dan beberapa kota lain untuk memprotes kebijakan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal tambahan pajak bahan bakar yang kontroversial.

Para pengunjuk rasa, yang umumnya tinggal di daerah pedesaan karena harga sewa rumah yang tinggi di pusat kota, menuntut Presiden Emmanuel Macron untuk mengurangi pajak bahan bakar dan membuat kebijakan ekonomi yang mengurangi kesulitan hidup mereka.

Pada sabtu pekan lalu, polisi Prancis menindak demonstran di sekitar jalan Champs-Elysees di ibu kota Paris dengan gas air mata dan meriam air pada Sabtu.

Demonstran membakar sejumlah kendaraan dan tempat sampah serta melempari polisi dengan batu dan botol.

Kerusuhan yang terjadi selama aksi protes menyebabkan tiga orang tewas dan 1.043 orang, termasuk 222 pasukan keamanan, terluka, sementara 1.424 orang ditahan.

Menurut survei, 84 persen orang Prancis mendukung aksi protes ini, kebanyakan dari kelompok kelas menengah.

Selama setahun terakhir, harga bahan bakar di Prancis telah meningkat lebih dari 20 persen.


Related posts

Leave a Comment