Korlabi Resmi Laporkan Guntur Romli ke Bareskrim, Akankah Kali Ini Ahoker Ini Diusut?

Jum’at, 14 Desember 2018

Faktakini.com, Jakarta – Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir medio 2002-2004, Mohammad Guntur Romli, dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Korlabi (Koordinator Bela Islam) Dipimpin  Kadivhukum PA 212  Ust Damai Hari Lubis Sore ini mendatangi Bareskrim Polda Metro Jaya perihal terlapor Guntur Romli, dimana terkait pernyataan terbarunya yang mengundang kemarahan aktivis islam terkait kemarin Reuni Akbar 212 Di Monas dengan sebutan “Monaslim”, Kamis, (13/12).

Ketua Korlabi yang juga Kadivhukum PA 212, Damai Hari Lubis bersama rekan PA 212 turut serta membawa beberapa bukti laporan terkait hal tersebut diantaranya status yang ditulis guntur  di Media sosialnya serta bukti bukti kuat lainnya.

Ketua Korlabi yang juga Kadivhukum PA 212, Damai Hari Lubis mengatakan cuitan Guntur yang diduga menistakan agama berbunyi bahwa Umat muslim yang hadir ke monas silam sebagai sebutan “Monaslim” .

Berikut cuitan Guntur yang berujungan laporan itu, ” Dengar Dengar ada aliran baru jamaah Monaslim, Nabinya Hulaihi tuhannya Subenahu Watuulo, Ibadahnya setahun sekali di monas, umatnya 11 juta kesurupan “.

Pelapor adalah Benni Haris  Nainggolan seorang aktivis Islam. bersama saksi saksi Ketum PA 212 Ustad Slamet  dan sekjen Bernard PA. 212.  Laporan Korsa ini diterima dan terdaftar dalam 1 bundel. ” No LPB/1617/XII/2018/Bareskrim/ “, guntur terjerat kasus Penistaan agama  UU 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 156 KUHP jo pasal 156 huruf (a)  KUHP jo Pasal 28 Ayat (2) UU ITE.

Lanjut ..

Kunjungi Kebumen, Sandiaga Puji Kuliner Khas Daerah Itu

Jum’at, 14 Desember 2018

Faktakini.com, Kebumen – Kemanapun melangkah, Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno selalu disambut hangat oleh warga masyarakat.

Termasuk saat ia tiba di Kecamatan Ambal Kebumen Jawa Tengah dan langsung menuju tempat kuliner khas daerah tersebut, Sate Ayam Tino, Kamis (13/12/2018).

“Saya jarang sekali melihat sate ambal khas Kebumen ini ada di Jakarta. Ini merupakan tugas kita untuk memperkenalkan kekayaan kuliner ini ke Indonesia, bahkan internasional. Kuliner punya daya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata, khususnya untuk warga Kebumen, terang Sandi,

#SandiMuslimpreneur #CawapresMilenial

Sumber: Mediaemak-emak

Lanjut ..

61 Ribu Hilang dalam Migrasi Global, Termasuk Para Perempuan Indonesia

Prosesi pemakaman jenazah Adelina Sau, TKI perempuan asal provinsi NTT yang meninggal di Malaysia.
Pada suatu malam, seorang yang tidak dikenal muncul di pintu rumah seorang gadis, menawarkan pekerjaan menggiurkan. Orang itu mengatakan, “Tinggalkan duniamu, dan saya akan memberimu masa depan yang baik.”

Ini adalah kesempatan bagi Marselina Neonbota, usia 16 tahun meninggalkan desanya yang terpencil di salah satu bagian termiskin di Indonesia, untuk pergi ke negara tetangga Malaysia, di mana pekerja migran bisa memperoleh penghasilan lebih banyak dalam beberapa tahun, daripada penghasilan di kampungnya seumur hidup.

Ini adalah sebuah jalan keluar bagi seorang gadis yang sangat haus akan kehidupan di luar lahan pertanian yang dia lalui setiap hari sejauh 22 kilometer ke sekolahnya pulang-pergi. Dia mengambil kesempatan itu dan menghilang.

Anak perempuan ceria yang dikenal keluarganya sebagai Lina, bergabung dengan rombongan warga Indonesia yang bermigrasi setiap tahun ke negara-negara kaya di Asia dan Timur Tengah untuk bekerja. Tapi ribuan dari mereka pulang dalam peti-peti jenazah karena meninggal di negara orang, atau hilang. Di antara mereka, mungkin ratusan anak perempuan yang hilang tanpa diketahui dari bagian barat pulau Timor yang miskin dan di tempat-tempat lain di provinsi Nusa Tenggara Timur.

Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia mencatat, lebih dari 2.600 migran Indonesia meninggal atau hilang sejak tahun 2014. Jumlah tersebut kebanyakan mengabaikan orang-orang seperti Lina yang direkrut secara ilegal. Jumlah mereka diperkirakan 30 persen dari 6,2 juta pekerja migran Indonesia.

Bibi Lina, Teresia Tasoin, menyadari bahwa gaji bekerja di Malaysia bisa mendukung seluruh keluarga. Suaminya tidak bisa menghentikan hasrat Lina untuk pergi. Kurang dari satu jam setelah, masuk ke rumah mereka, orang yang tidak dikenal itu pergi dengan Lina, meninggalkan kampung halamannya.

Dalam masalah nasib para migran, Asia merupakan tempat yang paling tidak bisa ditembus. Asia memiliki lebih banyak migran dibanding wilayah manapun di dunia, karena jutaan orang pergi ke Asia dan ke Timur Tengah untuk bekerja. Namun Asia mempunyai paling sedikit data migran yang hilang.

Dalam sebuah penghitungan eksklusif, kantor berita Associated Press mendapati, lebih dari 8.000 migran meninggal dan hilang di Asia dan Timur Tengah sejak 2014, di samping 2.700 yang terdaftar meninggal atau hilang oleh Organisasi Internasional PBB untuk Migrasi. Lebih dari 2.000 korban yang dicatat oleh AP berasal dari Filipina saja. Dan tak terhitung kasus lain yang tidak pernah dilaporkan.

Penyelidikan oleh AP mencatat, setidaknya 61.135 migran meninggal atau hilang di seluruh dunia dalam periode yang sama, dan angka ini terus meningkat. Jumlah itu lebih dua kali lipat dari jumlah yang dicatat oleh Badan Migrasi Dunia atau IOM, satu-satunya kelompok yang telah berupaya menghitungnya. (ps)

Lanjut ..

Miris! Ketulusan Hati Sandi Rangkul Dijon Sihotang Malah Dituduh Rekayasa!

Jum’at, 14 Desember 2018

Faktakini.com, Jakarta – Miris! Seisi pasar melihat semua, saksi begitu banyak, dan si pelaku sendiri mengakui bahwa dia yang memasang poster menolak Sandi.

Namun “pesona” dan ketulusan hati seorang Haji Sandiaga Shalahuddin Uno yang memperlakukan dengan sangat baik orang yang membenci dan menolaknya sehingga membuatnya makin dikagumi masyarakat, nampaknya membuat “panas hati” kelompok lawan.

Saat melanjutkan kegiatan kampanye di Kota Pinang, Sumatra Utara, Selasa (11/12), calon wakil presiden nomor urut 02,  Sandiaga Uno mengalami kejadian tidak menyenangkan.

Sesampainya di pasar Kota Pinang, ia justru disambut dengan poster dari karton berwarna putih bertuliskan ‘Pak Sandiaga Uno Sejak Kecil Kami Sudah Bersahabat Jangan Pisahkan Kami Gara-gara Pilpres, Pulanglah!!’.

Membaca tulisan tersebut Sandiaga merespons, “Jadi saya pulang aja nih?” tanya Sandiaga. Sontak para pedagang di pasar khususnya emak-emak menjawab lantang, “Jangaaan!”, sebagai bukti kehadiran Sandi sangat diterima dan didukung oleh warga masyarakat.

Sandiaga pun mencari dan akhirnya menemui seorang pedagang bernama Drijon Sihotang yang diduga memasang poster itu.

Namun, yang menjawab pertama kali justru istrinya. Sang istri mengaku dibayar untuk memasang poster tersebut, walau Drijon kemudian membantahnya, ia mengaku memasang poster tersebut atas aspirasi pribadi.

“Bapak memasangnya sendiri? Kami sejak awal selalu ingin menciptakan kampanye yang sejuk, tidak memecah belah. Kampanye berpelukan Pak Drijon. Tidak ada upaya memecah belah,” ujar Sandi.

Belakangan, kejadian “mempesona” itu menuai tudingan dari kubu lawan, bahwa Sandi sedang melakukan sandiwara dan playing victim. Tudingan pun langsung dilontarkan oleh kubu pesaingnya.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menilai terlalu kentara bahwa kejadian penolakan cawapres Sandiaga Uno di Pasar Kota Pinang, Sumatra Utara, adalah sebuah sandiwara. TKN berpendapat, tujuannya demi membangun framing seakan-akan Sandiaga didzalimi oleh rezim Jokowi.

“Terlalu kentara bahwa itu sandiwara,” kata Juru Bicara TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Rabu (12/12).

Ace mengatakan, sandiwara itu bisa dilihat dari sejumlah video beredar mengenai kejadian di pasar tersebut. Dia melanjutkan, ada yang mengaku disuruh untuk memasang tulisan di sebuah kertas karton yang isinya menolak kedatangan Sandiaga.

Melanjutkan tuduhannya, Ace mengatakan, di media sosial Twitter bertagar #SandiwaraUno, hal ini sudah dibahas.

Dia melanjutkan, dalam sebuah video, seorang pria berkemeja hitam dan bertopi hitam diduga bernama Yuga, Koordinator Media Tim Sandiaga, melarang anggota Timses Sandiaga ketika ingin mencopot poster penolakan.

Poster yang sempat tercopot akhirnya ditempelkan lagi. Lalu, Sandiaga mendatangi poster itu dan pura-pura bertanya. “Itu kan jelas sekali bahwa itu bagian dari playing victim supaya kesannya dizalimi,” kata Ace lagi.

Padahal, Sandiaga melarang pencopotan poster tersebut sebagai wujud bahwa ia tidak pernah menolak perbedaan dalam pilihan politik. Sandi menyatakan ia menghargai pendapat Drijon yang mau memilih Jokowi, sehingga Sandi mempersilahkan Drijon tetap memasang posternya, dan Sandi memerintahkan jangan dicopot. Karena itu ungguh keji sekali pihak yang masih menuduh dan memfitnah Sandi macam-macam.

Menurut Ace, sah saja seseorang dalam berpolitik membangun sebuah skenario. Namun, dia menilai, skenario yang dibangun harus lebih canggih dan lebih kreatif sehingga tidak terlihat mencari simpati dengan cara-cara seperti begitu.

Sandiaga pun membantah tuduhan itu. Sandiaga menyatakan bahwa apa yang terjadi ketika itu benar tanpa ada rekayasa.

“Insya Allah apa yang terjadi itu apa adanya. kalau saya sih mendengar langsung dan saya panggil kan, saya panggil dia tadi awalnya agak malu-malu terus dia bilang iya pak ini betul. Saya tanya bapak dibayar? Oh nggak memang ini pendapat saya,” Kata Sandi di Jakarta, Rabu, (12/12) malam.

Ia mengaku kejadian serupa juga pernah terjadi pada saat pilkada DKI 2017 lalu. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut memaklumi jika ada masyarakat yang berbeda pilihan politik.

“Masyarakat tentunya menyampaikan aspirasi, ada aspirasi yang positif negatif itu harus kita tampung. Ada aspirasi yang mendukung atau tidak mendukung itu semua harus kita tampung,” ujarnya.

Penolakan itu menurutnya bagian dinamika kontestasi. Sehingga menurutnya perbedaan pilihan politik jangan justru ditanggapi sebagai sebuah perbedaan, melainkan sebuah karunia untuk mempersatukan bangsa.

“Jadi kita boleh berbeda pilihan, kita harus tetap berangkulan. Kita harus terus menjaga persatuan kita, ukhuwah kita. Itu yang kita sebut sebagai demokrasi sejuk, politik santun, dan kampanye yang damai, kampanye yang berpelukan,” tuturnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga, Eddy Soeparno juga menegaskan jika Sandiaga Uno tidak pernah bersandiwara saat kampanye. Meski ditolak di beberapa daerah, Sandiaga tetap menerima hal itu.

Sandiaga juga mengedepankan kesantunan dan persaudaraan. Meskipun memiliki pilihan yang berbeda selama pemilu, sebagai sesama masyarakat Indonesia harus saling berbaik sangka.

“Pak Sandiaga itu betul-betul tulus, tidak sandiwara. Meski ada perbedaan (pilihan politiknya) beliau tetap santun,” tambah Eddy.

Sumber: Republika

Lanjut ..

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Moeslim Choice Award 2018

Jum’at, 14 Desember 2018

Faktakini.com, Jakarta – Cawapres nomor urut 1, KH Ma’ruf Amin, Cawapres nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno hingga Ketum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra mendapatkan penghargaan di Moeslim Choice Award.

Dipenghargaan Muslim Choice Award 2018, KH Ma’ruf dan Sandi Uno dinobatkan sebagai tokoh inspirasi 2018.

Sandi Uno pun memposting penghargaan yang diraih dalam akun media sosial miliknya.

“Alhamdulillah, malam ini saya mendapat penghargaan tokoh inspirasi dalam Muslim Choice Award 2018. Penghargaan ini saya dedikasikan utk seluruh masyarakat yang telah ikut mendorong kegiatan membangun bangsa dgn suatu pendekatan kemandirian, salah satunya melalui kewirausahaan,” tulis Mantan Wagub DKI ini diakun twitter miliknya @sandiuno.

Sementara itu, Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra memperoleh award dari Majalah Moeslim Choice karena dedikasinya yang tinggi dalam membangun politik Islam yang demokratis juga memposting diakun twiternya.

“Yusril Ihza Mahendra malam ini 12/12/2018 memperoleh award dari Majalah Moeslim Choice karena dedikasinya yang tinggi dalam membangun politik Islam yang demokratis, dalam upacara penganugerahan di Hotel Pullman Jakarta,” tulis akun mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia serta Menteri Sekretaris Negara ini, @Yusrilihza_Mhd.

Sumber: Tribunnews

Lanjut ..