30 Motel di Korea Selatan Terdeteksi Pasang Kamera Rahasia

AKURAT.CO, Motel di Korea Selatan diketahui memasang kamera rahasia untuk merekam pengunjung wanita dan mengunggah videonya di internet. Kepolisian mengungkap setidaknya ada 1.600 wanita yang menjadi korban.

Polisi mengamankan 2 orang pria dan orang-orang lainnya tengah diselidiki sehubungan dengan skandal yang melibatkan 42 kamar di 30 motel yang ada di 10 kota. Sejauh ini polisi mengatakan tidak ada indikasi bisnis dalam kasus tersebut.

Departemen Investigasi Siber di Badan Kepolisian Nasional dalam sebuah pernyataan menjelaskan kamera-kamera disembunyikan di dalam kotak-kotak TV digital, soket-soket dinding, dan tempat-tempat pengering rambut dan rekaman itu disiarkan secara online.

baca juga: Petugas Bandara Jogja saat Lihat Member TVXQ dan SUJU: Kok Tua Banget? Jangan Gunakan Deretan WhatsApp Versi Modifikasi Ini Terkena Skandal, 5 Selebriti Korea Ini Mundur dari Dunia Hiburan

Situs yang menyiarkan rekaman tersebut memiliki lebih dari 4.000 anggota, 97 di antaranya membayar biaya bulanan sebesar USD 44,95 (Rp637 ribu) untuk mengakses fitur tambahan, seperti kemampuan untuk memutar ulang streaming tertentu. Antara November 2018 hingga Maret 2019, situs tersebut telah menghasilkan USD 6.000 (Rp85 juta).

“Ada kasus serupa di masa lalu di mana kamera ilegal (dipasang secara diam-diam) dan ditonton secara konsisten dan diam-diam, tetapi ini adalah pertama kalinya polisi menangkap video yang disiarkan langsung di internet,” kata polisi.

Korea Selatan memiliki masalah serius dengan kamera rahasia dan pembuatan film ilegal. Pada tahun 2017, lebih dari 6.400 kasus pembuatan film ilegal dilaporkan ke polisi, meningkat drastis dalam lima tahun di mana pada 2012 ‘hanya’ tercatat 2.400 kasus.

Sebagai tanggapan, Seoul meluncurkan pasukan khusus pengawas perempuan yang telah melakukan inspeksi rutin terhadap sekitar 20.000 toilet umum kota untuk mencari kamera tersembunyi.

Lee Ji-soo, seorang spesialis komputer yang membantu wanita menghapus video mereka dari internet mengatakan sebagian besar kliennya ingin mengakhiri hidup mereka setelah mengetahui rekamannya tersebar.

“Hal paling umum yang dikatakan klien, yang cukup memilukan, adalah ‘Saya ingin mati’ atau ‘Saya tidak bisa meninggalkan rumah saya’. Terutama para korban spy cam atau video yang diambil secara ilegal mengatakan bahwa ketika mereka bertemu orang-orang di jalan, mereka merasa seperti dikenali,” ungkap Lee.[]

Original Source

Related posts

Leave a Comment