30 Warga Geruduk Polsek Empanang, Rusak Sel dan Serang 2 Pencuri Sarang Burung Walet

Merdeka.com – Sekitar 30 warga merusak ruang tahanan Polsek Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, untuk menyerang dua tersangka pencurian sarang burung walet.

BERITA TERKAITSepekan, Ditnarkoba Bareskrim Polri Bongkar 787 Kasus Narkoba Polda Jatim TerbanyakFoto Satelit Sebelum dan Sesudah Letusan Dahsyat Anak KrakatauAmankan Tabligh Akbar PA 212, Polresta Surakarta Kerahkan 2.300 Personel

“Warga datang membawa senjata tajam dengan tujuan untuk menghakimi dua orang tersangka kasus pencurian sarang burung walet yang berada dalam tahanan Polsek Empanang,” kata Kapolres Kapuas Hulu AKBP Handoyo, melalui Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Siko dihubungi di Putussibau, Kapuas Hulu, Sabtu (12/1).

Diungkapkan Siko, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu anggota Polsek Empanang berusaha menahan massa yang memaksa masuk ke ruangan tahanan. Namun massa tidak bisa dibendung dan akhirnya berhasil masuk.

Akibatnya, kata Siko, kedua tersangka yang sedang ditahan di Polsek tersebut yaitu Adi Ningrat dan Fransiskus Amus mengalami luka cukup serius pada bagian wajah, lutut, kaki dan paha.

“Kejadian itu berlangsung sekitar 15 menit dan massa tidak bisa dibendung ruangan tahanan dijebol,” jelas Siko.

Disampaikan Siko, dua orang tersangka yang menjadi amukan massa itu segera dilarikan ke Puskesmas Empanang yang kemudian rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit Sintang.

“Jadi warga di Empanang itu merasa kesal karena kasus pencurian tersebut sudah berulang kali terjadi, sehingga warga hendak main hakim sendiri,” kata Siko.

Adi Ningrat dan Fransiskus Amus ditangkap anggota kepolisian karena kasus pencurian sarang burung walet yang terjadi beberapa hari lalu.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penanganan persoalan agar hal yang sama tidak terulang kembali. [ded]

Original Source

Related posts

Leave a Comment