35,1% di Survei Alvara, BPN Prabowo: Hasil Internal di Atas 40%


GELORA.CO – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan ada perbedaan dalam survei internal mereka dengan survei dari Alvara Research Center. Dalam survei internal, elektabilitas Prabowo-Sandi berada di atas 40% sementara versi Alvara 35,1%.
“Untuk tanggal yang sama seperti yang diambil Alvara itu, kami sudah di atas 40%, pak Jokowi di bawah 50%,” kata Jubir BPN Andre Rosiade kepada detikcom, Jumat (11/1/2019) malam.
Dia mengatakan survei internal itu mencakup tanggal yang sama saat periode survei Alvara. Periode yang dimaksud yakni pada tanggal 11-24 Desember 2018. 
Adapun Alvara menggunakan metode multistage random sampling dalam survei ini. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 responden terpilih dari 34 provinsi di Indonesia dengan margin of error 2,88%. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf dinilai masih unggul dengan 54,3% dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 35,1%.
Meski masih tertinggal, Andre optimis Prabowo-Sandiaga bisa menang di Pilpres nanti. Dia pun memprediksi elektabilitas Prabowo-Sandiaga bakal menyalip Jokowi-Ma’ruf .
“Kami optimis setelah debat pertama, di akhir Januari atau awal Februari insyaallah Pak Prabowo sudah bisa menyalip Pak Jokowi,” ucapnya.
Andre menyatakan saat ini timses Prabowo-Sandiaga terus bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas. Salah satunya dengan berkeliling ke berbagai daerah dan kampanye dari pintu ke pintu.
“Kami optimis dengan kerja keras, dengan door to door ditambah respon positif masyarakat terhadap isu ekonomi, pembukaan lapangan pekerjaan, dan harga terjangkau mendapat respon positif dari masyarakat,” ucapnya.
Dalam survei ini juga disebutkan kalau elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga mengalami kenaikan. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pada periode Oktober 2018 berada di angka 54,1%, yang artinya mengalami kenaikan 0,2% pada periode Desember menjadi 54,3%. Sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga pada Desember mengalami kenaikan 1,2%, yang pada Oktober 2018 hanya mendapat angka 33,9%. [dtk]

Original Source

Related posts

Leave a Comment