4 Penyakit Unik yang Hanya Ada di Indonesia

Setiap jenis penyakit memiliki istilah medis yang berkaitan dengan penyebab atau ciri khasnya. Di Indonesia, ada beberapa penyakit unik yang sering terjadi, tetapi istilah medisnya tidak banyak dikenal. Banyak orang akhirnya beranggapan bahwa penyakit-penyakit ini tidak ditemukan di tempat lain.

Apa sebenarnya penjelasan medis di balik beragam penyakit unik ini?

Ragam penyakit unik di Indonesia dan istilah medisnya

Pernahkah Anda mengalami masuk angin, cantengan, atau anyang-anyangan? Meski penyakit ini terdengar sangat “lokal”, sebenarnya penyakit ini sebenarnya memiliki istilah medis sendiri. Berikut ulasannya.

1. Masuk angin

Dalam literatur medis, masuk angin tidak memiliki istilah medis yang spesifik. Masuk angin sebenarnya adalah istilah awam yang merujuk pada malaise, yakni kondisi tidak enak badan. Ciri-cirinya dapat berupa:

  • tubuh terasa tidak sehat
  • perasaan seakan Anda mengalami suatu penyakit
  • tubuh terasa lemah dan lesu
  • rasa tidak nyaman pada sekujur tubuh

Masuk angin sering dikaitkan dengan paparan udara luar atau suhu dingin AC dalam waktu lama. Namun, sebenarnya, penyebab malaise sendiri sulit ditentukan.

Kondisi ini justru bisa menjadi tanda dari penyakit lain seperti flu, diare, infeksi bakteri, hingga gangguan fungsi hati.

2. Anyang-anyangan

kandung kemih overaktif, infeksi saluran kencing dan inkontinensia urin

Anyang-anyangan ditandai dengan keinginan buang air kecil tanpa disertai keluarnya urine atau urine yang keluar terlalu sedikit.

Kondisi unik ini sangat sering terjadi di Indonesia dan dianggap sebagai penyakit yang muncul akibat kurang minum air.

Anyang-anyangan bukanlah penyakit, melainkan gejala dari penyakit infeksi saluran kemih (ISK). Selain anyang-anyangan, penderita ISK biasanya mengalami gejala lain, seperti:

  • rasa nyeri saat buang air kecil
  • urine tampak keruh, kemerahan, merah muda, atau kecokelatan
  • urine berbau tidak sedap
  • rasa nyeri pada panggul

ISK disebabkan oleh infeksi bakteri pada kandung kemih atau saluran uretra. Jadi, bukan semata-mata disebabkan karena Anda kurang minum air.

Meski begitu, Anda tetap perlu minum air yang cukup untuk menjaga kesehatan ginjal dan membuang bakteri dari saluran kemih.

3. Cantengan

Di Indonesia, cantengan dikenal sebagai penyakit unik yang muncul akibat memotong kuku terlalu dalam. Dalam dunia medis, cantengan adalah infeksi pada kuku akibat jamur atau ragi yang dikenal dengan sebutan onychomycosis atau Tinea unguium.

Gejala utama dari cantengan adalah timbulnya luka pada area sekitar kuku. Selain itu, Anda juga dapat mengalami gejala pada kuku berupa:

  • kuku menebal, bergerigi, patah, atau menjadi tumpul
  • kuku berubah warna menjadi kekuningan atau tampak gelap
  • muncul garis putih atau bintik kekuningan pada kuku
  • sakit pada area yang terinfeksi

Kuku kaki dan tangan sama-sama dapat mengalami cantengan. Risikonya lebih tinggi pada orang yang memiliki riwayat cantengan dalam keluarga, sering memakai alas kaki tertutup, sering terkena air, serta pernah mengalami cedera pada kuku.

4. Angin duduk

mengatasi payudara sakit saat PMS

Nama penyakit unik ini mungkin tidak akan pernah Anda temukan selain di Indonesia. Namun, Anda mungkin pernah mendengar istilah medisnya, yakni angina.

Angina merupakan nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah menuju jantung.

Angin duduk sebenarnya adalah gejala utama dari penyakit jantung koroner. Kondisi ini sering kali disertai dengan gejala lain seperti:

  • nyeri pada lengan, leher, rahang, punggung, atau bahu
  • tubuh lesu
  • mual
  • berkeringat
  • sesak napas
  • pusing

Angina terdiri dari dua jenis, yaitu angina stabil dan angina tak stabil. Angina stabil biasanya dapat pulih dengan beristirahat.

Namun, angina tak stabil lebih berisiko menimbulkan henti jantung sehingga harus segera ditangani secara medis.

Penggunaan nama penyakit unik di Indonesia tak jarang malah menyebabkan salah kaprah mengenai penanganannya.

Misalnya, penderita angina seharusnya dibiarkan beristirahat, tapi mereka justru tetap beraktivitas dan akhirnya mengalami serangan jantung.

Jadi, Anda boleh saja menggunakan istilah awam untuk menyebut penyakit tertentu selama tidak menimbulkan kekeliruan dalam penanganan medis.

Jangan pula melakukan tindakan medis tanpa dasar yang pasti karena bisa berbahaya. Terpenting, lakukan konsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui dengan pasti kondisi yang menimpa Anda.

Baca Juga:

Original Source

Related posts

Leave a Comment