Ada Apakah Yusril Berpihak ke Kubu Jokowi – Ma’ruf

Portaldailynet, Jakarta – Dunia perpolitikan memang tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Banyak kejadian yang di luar dugaan. Sebagai contoh, pemilihan Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden untuk mendampingi Jokowi, calon presiden dari kubu petahana, padahal sebelumnya sudah ada nama Mahfud MD. Dan sekarang, muncul nama Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum Jokowi – Ma’ruf Amin.

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, mengakui menerima tawaran untuk menjadi lawyer atau kuasa hukum pasangan capres-cawapres nomor 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Dalam pesannya, Yusril mengatakan keputusan itu diambilnya setelah berkomunikasi dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir.

“Maka saya katakan pada Pak Erick, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyer-nya kedua beliau itu (Jokowi dan KH Ma’ruf),” kata Yusril, dalam keterangannya, Selasa 5 November 2018.

Dengan bergabungnya Yusril di kubu Jokowi ini, menjadi perbincangan hangat karena sikap Yusril yang acap mengkritik Jokowi.

Politikus PDIP Tjahjo yang juga Mendagri Kumolo memahami sikap Yusril. Ia menilai mantan Mensesneg itu pribadi komplet, yakni sebagai politikus, praktisi hukum, dan profesional.

“Kalaupun dia sering beda pendapat, itulah Pak Yusril yang meyakini apa yang diyakini. Kalau kemudian dia jadi lawyer-nya Pak Jokowi, dia punya idealisme yang dia yakini,” ucap Tjahjo, Rabu (7/11/2018).

Politikus senior PDIP ini meyakini dengan bergabungnya Yusril ke Jokowi-Ma’ruf, maka ini menunjukkan sikap politiknya di Pilpres 2019.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tak berkomentar banyak terkait keputusan Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Menurut Mahfud, keputusan itu merupakan hak pribadi Yusril.

Mahfud berpendapat keputusan Yusril untuk menjadi pengacara di kubu Jokowi-Ma’ruf pasti telah dipertimbangkan. Namun, Mahfud irit berkomentar terkait Yusril yang selama ini dianggap berseberangan, akhirnya bergabung ke kubu Jokowi. “Pak Yusril tahu batas aturannya, tahu batas moralnya, tahu batasnya dia sendiri. Kalau jadi terserah dia saja,” ujarnya.

Namun yang paling menarik adalah dengan bergabungnya Yusril ke Jokowi-Ma’ruf, menjadi perhatian besar bagi para netizen. Pasalnya, setelah kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Banser, telah menjadikan capres Prabowo menuai fitnah bahwa di belakangnya adalah HTI.

Namun hari ini, tuduhan itu telah dibayar tunai oleh kubu Jokowi – Ma’ruf dengan bergabungnya Yusril yang notabene pengacara HTI. Banyak muncul tagar JokowiBersamaPengacaraHTI. Diantaranya adalah akunnya Zara Zettira ZR.

Menurut Asyari Usman dalam menanggapi Yusril menjadi kuasa hukum Jokowi – Ma’ruf ada tiga alasan, yaitu:

Pertama, dia luntang-lantung alias ‘nganggur. Pak Prabowo Subianto (PS) tidak mengajak dia masuk ke kubu Adil-Makmur. Kalau dicermati, YIM sebetulnya ingin bergabung ke kubu PS.

Kedua, YIM tidak punya pilihan lain. Dia harus menerima ajakan Ko-Ruf. Dia sangat ingin membangun kembali Partai Bulan Bintang (PBB). Syahwat politik Yusril masih tinggi. Dia mengatakan, kalau di pileg 2019 nanti PPB tidak berhasil mendapatkan suara di atas ambang batas parlemen (parliamentary threshold), maka tamatlah riwayat PBB untuk selamanya.

Ketiga, untuk membangun partai dibutuhkan modal besar. Untuk saat ini harus diakui bahwa kubu Ko-Ruf banyak menimbun “bahan bangunan” yang diperlukan oleh YIM untuk menghidupkan kembali partainya. Maklumlah, di kubu Ko-Ruf banyak pengusaha besar yang rela berkumpul dan rela menyiapkan “segala sesuatu” untuk pilpres. Tak ada istilah kekurangan duit.

Maka berdasarkan data diatas, muncul pertanyaan yang menarik yaitu benarkah sikap Yusril ingin memperjuangkan PBB atau karena kepentingan pribadi Yusril sendiri, karena ingin mendapat jatah dalam pemerintahan Jokowi – Ma’ruf mendatang? Masalahnya, partai yang diusungnya Berpihak ke kubu PS.

(hr)

Related posts

Leave a Comment