Aksi Mahasiswa Serukan Mosi Tidak Percaya Jokowi

Portaldailynet, Jakarta – Mahasiswa mulai gerah melihat situasi dan kondisi Indonesia yang semakin hari semakin terpuruk. Dalam rangka mengungkapkan kegerahannya mereka mulai melakukan aksinya, dan ini bisa dilihat di beberapa kota di Indonesia.

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) sempat membuat ramai publik. Sebab mereka dengan lantang menggelar demonstrasi di gedung DPRD Riau, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilengserkan dari jabatannya.

Aliansi Mahasiswa Jambi menggelar aksi unjuk rasa untuk mengkritisi kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Jusuf Kalla. Aksi yang dilakukan di gedung DPRD Jambi itu guna mendesak Jokowi-JK turun dari kursi kepemimpinannya.

Demo ini sempat terjadi keributan antara mahasiswa dan salah satu anggota dewan DPRD Jambi. Di mana mereka meminta masuk ke dalam gedung dewan untuk meletakkan keranda jenazah dan boneka pocong di dalam gedung karena dianggap bertanggung jawab atas hukum yang bebas korupsi.

Aksi turunkan Jokowi terus merayap ke ibu kota negara, sejumlah titik di Ibukota DKI Jakarta bakal dikepung aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar pada Jumat (14/9).

Elemen mahasiswa yang akan menggelar aksi diantaranya, Aliansi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ciputat, Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI) Jabodetabek, dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa/Dewan Eksekutif Mahasiswa, yang dinaungi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguran Tinggi Agama Islam Se-Indonesia dan Aliansi Mahasiswa Primordial Sejabodetabek.

Aliansi Kader HMI Ciputat akan menggelar unjuk rasa di depan kampus UIN Ciputat. Mereka membawa isu besar soal “Rapot Merah Jokowi-JK”, dan Reformasi Jilid dua.

Selain itu aksi juga akan dilakukan oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) se-Indonesia.

Rencananya, mahasiswa yang tergabung dalam BEM PTAI akan melakuan demonstrasi menuntut Jokowi yang dianggap gagal memimpin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

Koordinator Lapangan Aksi, Ahmad Khori menjelaskan bahwa pemerintah saat ini telah gagal dalam menyejahterakan rakyat. Terbukti, pemerintah gagal dalam menjaga nilai tukar rupiah yang sempat menembus angka Rp 15 ribu per dolar AS.

Seluruh aksi unjuk rasa itu membawa isu yang sama yakni melemahnya nilai rupiah dan kondisi ekonomi Indonesia yang tak kunjung membaik dengan salah satu parameternya, harga sembako yang makin meningkat.

Kondisi ini pernah terjadi ketika masa pemerintahan Suharto, pasalnya pemerintahan presiden Soeharto melakukan berbagai penyimpangan sehingga membuat rakyat merasa kecewa terhadap tindakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Kebencian rakyat tidak dapat dipendam lagi sehingga semakin hari sikap anti pemerintah terus bermunculan. Ditambah lagi dengan aksi-aksi mahasiswa yang menuntut presiden Soeharto turun dan segera melaksanakan reformasi. Para tokoh politis, tokoh masyarakat dan mahasiswa semakin berani berkonfrontasi dengan Presiden Soeharto dan ABRI sebagai kekuatan Orde Baru.

a. Gerakan Mahasiswa Tahun 1998, Pelaku gerakan mahasiswa dari kalangan intern kampus mulai menonjol pada akhir Februari 1998. Faktor penggerak bagi kalangan organisasi intern mahasiswa dan civitas academica yang selama ini pasif melawan pemerintah adalah keresahan masyarakat akibat melangitnya harga-harga sembako dan ancaman putus kuliah serta masa depan yang suram di kalangan mayoritas mahasiswa.

b. Mahasiswa Menduduki Gedung DPR/MPR Peristiwa penembakan empat mahasiswa Trisakti 12 Mei 1998 yang kemudian diikuti dengan kerusuhan besar di ibukota Jakarta dari 13-15 Mei mencapai puncaknya pada tanggal 18 Mei 1998 saat mahasiswa menduduki gedung DPR RI. Ketika massa di luar gedung melakukan aksi unjuk rasa menyampaikan tuntutannya, di dalam gedung DPR pimpinan DPR dan fraksi-fraksi mengadakan rapat dengan mahasiswa yang diwakili oleh Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se Jabotabek (FKSMJ) untuk membahas situasi bangsa.

Belajar dari fakta sejarah lengsernya rezim Suharto, maka kondisi hari ini sama dimana masyarakat sudah mulai merasakan kekecewaannya.

Berbagai kondisi yang membuat masyarakat kecewa, diantaranya adalah menaikkan harga bahan bakar minyak tanpa pemberitahuan, persekusi para ulama dan aktivitas, dan yang lagi hangat adalah melemahnya nilai rupiah. Jadi pantas apabila para mahasiswa menyeru masyarakat untuk mosi tidak percaya kepada Jokowi.

(hr)

Related posts

Leave a Comment