‘Amunisi’ Habis, Rupiah Sore Ini Hanya Menguat 5 Poin

Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.048 perdolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Jumat sore (11/1). Posisi ini menguat 5 poin atau 0,04 persen dari Kamis (10/1).

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia (Jisdor BI) menempatkan rupiah di posisi Rp14.076 per dolar AS atau menguat dari kemarin di Rp14.093 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah menguat bersama mayoritas mata uang lainnya. Penguatan tertinggi dipimpin oleh renminbi China sebesar 0,68 persen. Diikuti peso Filipina 0,26 persen, won Korea Selatan 0,2 persen, dolar Singapura 0,14 persen, yen Jepang 0,13 persen, ringgit Malaysia 0,08 persen, dan baht Thailand 0,01 persen.

Lihat juga:BI Yakin Rupiah Bergerak Perkasa di 2019Namun, rupee India dan dolar Hong Kong bersandar di zona merah, melemah masing-masing 0,13 persen dan 0,04 persen.

Sementara itu, mata uang utama negara maju, umumnya berada di zona hijau. Hanya poundsterling Inggris yang melemah 0,09 persen. Dolar Australia menguat 0,42 persen, dolar Kanada 0,39 persen, euro Eropa 0,25 persen, franc Swiss 0,24 persen, dan rubel Rusia 0,07 persen.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong mengatakan rupiah hanya menguat tipis hari ini karena sudah kehabisan sentimen positif, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pelaku pasar, sambungnya, kini cenderung kembali wait and see menanti kepastian dari perundingan perang dagang antara AS-China. Begitu pula dengan kelanjutan keluarnya Inggris dari zona Eropa (Britania Exit/Brexit).

Lihat juga:BI Ingin Penguatan Rupiah Lebih Smooth“Sudah tidak ada lagi sentimen baru, mungkin baru tergerakkan kembali ketika rilis inflasi AS disampaikan dan ada hasil dari perundingan AS-China,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (11/1).

Sementara sentimen baru ada pada pekan depan jelang rilis data neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.

“Tapi pekan depan ada potensi sedikit terkoreksinya dolar AS, sehingga ada peluang bagi rupiah untuk menguat. Proyeksinya, rupiah bergerak di rentang Rp13.800-14.200 per dolar AS,” pungkasnya. (uli/agi)

Original Source

Related posts

Leave a Comment