Anak PMI Minta Tolong Jokowi Pulangkan Ibu dari Arab Saudi

Wastini tak pernah pulang selama 21 tahun bekerja di Arab Saudi

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU — Wastini binti Tasir Alwi, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, tertahan oleh majikannya selama 21 tahun di Arab Saudi. Pihak keluarga meminta agar Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bisa membantu memulangkan Wastini.

Anak kandung Wastini (28), Juwerih, menjelaskan, ibunya berangkat ke Arab Saudi pada 10 Oktober 1998. Sejak saat itu hingga sekarang, ibunya tak kunjung pulang.

‘’Waktu ibu berangkat kerja ke luar negeri, saya masih umur tujuh tahun. Sampai sekarang saya sudah punya anak satu, ibu tak kunjung pulang,’’ tutur Juwerih, saat ditemui di rumahnya di Blok Buyut Gading, RT 004, RW 001, Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, akhir pekan kemarin.

Juwerih menjelaskan, selama 21 tahun ibunya bekerja di luar negeri, baru satu kali berkirim surat. Dalam suratnya itu, ibunya mengabarkan bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada majikan bernama Gosim Hamada Al-Paras.

Berdasarkan alamat yang tertera di amplop surat tersebut, Wastini menulis alamat rumah majikannya di Domat, Al Jadal, Firesta, Al Jouf, KSA.

Menurut Juwerih, komunikasi dengan ibunya melalui telepon terakhir kali terjadi pada 2008. Pada saat terakhir telepon itu, ibunya mengatakan ingin sekali pulang. Namun, majikannya tidak mengizinkan.”Bahkan terdengar suara ibu dibentak-bentak oleh majikan perempuannya karena ketahuan sedang telepon,” kata Juwerih.

Setelah telepon itu, tidak ada lagi kabar yang dikirimkan oleh Wastini pada keluarganya sampai sekarang. Pihak keluarga pun kesulitan untuk bisa berkomunikasi.

Juwerih berharap, pemerintah Indonesia bisa membantu memulangkan ibunya yang tertahan majikannya hingga tak bisa pulang. Dia pun menyebut, selama 21 tahun bekerja di rumah majikannya, ibunya tidak digaji.

“Saya berharap Pak Jokowi bisa membantu memulangkan ibu saya. Kami sangat merindukannya,” tutur Juwerih.

Sementara itu, Tim Advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Dasiwan, menyatakan, setelah menerima pengaduan dari keluarga Wastini tersebut, pihaknya akan segera menindaklanjutinya.

“Setelah dokumen pendukungnya siap, SBMI Indramayu akan segera membuat surat pengaduan ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri,”tandas Dasiwan.

Related posts

Leave a Comment