Bantah PHK, Dewas BPJS TK Ngaku Pegawai RA Diskors Agar Tak Ketemu SAB

Merdeka.com – Ketua Dewan Pengawas BPJS TK, Guntur Witjaksono, begitu sedih mendengar kasus pelecehan pegawai RA oleh atasannya, SAB. Kasus itu membuat dia ingat pada anak perempuannya.

BERITA TERKAITPolisi Sarankan Dua Muncikari Artis yang Masih Buron Menyerahkan DiriRibuan Pekerja Hero Supermarket Demo Tolak Pemecatan SepihakKasus Gratifikasi, KPK Periksa Bupati Malang Nonaktif

Guntur menceritakan, RA sempat menemui dirinya pada 28 November lalu dan menceritakan kelakuan SAB pada dirinya.

“Pada saat kejadian 28 November, dia ke saya dan saya akan rapat, dengan waktu singkat, dengan menangis menyatakan dirinya dimarahi keras oleh SAB sampai mau dilempar gelas. Saya secara spontan ingat anak saya yang perempuan, baru keluar kantor gara-gara nggak cocok dari atasan,” tutur Guntur di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

Cerita itu ditanggapi Guntur dengan singkat karena terburu-buru mengejar waktu menghadiri rapat.

“Saya katakan, kamu mundur saja kalau nggak tahan. Karena tidak ada waktu, saya tinggalkan rapat,” jelas dia.

Setelahnya, isu tersebut semakin berkembang dengan adanya sejumlah postingan RA di akun sosial medianya membicarakan tentang atmosfer tempat kerjanya. Untuk itu, pihak BPJS Ketenagakerjaan mencoba memberikan teguran agar tidak lagi melanjutkan aktivitas unggahan itu.

“Rapat dewan itu memutus ya sudah kita beri skors karena postingan ini, sudah diingatkan ini. Secara eksplisit agar mencegah juga pertemuan SAB dengan RA,” kata Guntur.

Guntur menampik adanya isu PHK terhadap RA usai kejadian tersebut. Pihaknya bahkan menawarkan gaji penuh hingga batas akhir kontrak meski berhenti di awal.

“Setelah skors tadi kita berpikir dia pekerja kontrak setahun dan supaya panjang lagi, kita tawari sebenarnya perjanjian bersama bisa mengambil gajinya sampai akhir nanti dan setelahnya berhentilah. Tapi dia tidak mau,” jelas Guntur .

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com[lia]

Original Source

Related posts

Leave a Comment