BI Catat Investasi Internasional Indonesia Meningkat di USD317,8 Miliar

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia di akhir tahun 2018, alami peningkatan mencapai sebesar USD317,8 miliar atau 30,5 persen dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD292,5 miliar (28,0 persen dari produk domestik bruto/PDB).

Peningkatan investasi Indonesia tersebut disebabkan oleh peningkatan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih besar dari peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

Peningkatan posisi KFLN Indonesia, yang terutama didorong oleh besarnya aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio, merupakan cerminan kepercayaan investor yang tinggi terhadap prospek perekonomian domestik.

baca juga: Ekonomi Melemah, BI Minta Kepri Kembangkan Pariwisata Thailand Berondong Gawang Indonesia di Laga Pembuka Kualifikasi Piala Asia U-23 Babak I: Gol Shinnaphat Bikin Thailand Ungguli Indonesia

“Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan IV2018 masih tetap sehat. Hal ini tercermin dari rasio neto kewajiban PII Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang relatif stabil di kisaran rerata negara peers sebesar 30,5%. Di samping itu, struktur neto kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang,” tulis BI dalam keterangan websitenya, Jumat (22/3/2019).

Pada akhir triwulan IV/2018, posisi KFLN juga alami kenaikan sebanyak 5,0 persen secara per kuartal (quartal to quartal/qtq) atau sebesar USD31,9 miliar menjadi USD664,8 miliar dari triwulan sebelumnya.

Peningkatan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh faktor perubahan lainnya seperti revaluasi positif atas nilai aset finansial domestik sejalan dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan faktor pelemahan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang berdampak pada peningkatan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah.

Posisi AFLN Indonesia juga meningkat terutama didorong oleh transaksi perolehan AFLN dalam bentuk cadangan devisa. Posisi AFLN pada akhir triwulan IV/2018 tercatat naik 1,9 persen (qtq) atau sebesar USD6,5 miliar menjadi USD347,0 miliar.

Peningkatan posisi AFLN lebih lanjut, tertahan oleh faktor perubahan lainnya seperti revaluasi negatif atas AFLN, sejalan dengan penurunan rata-rata indeks saham negara-negara penempatan AFLN dan faktor penguatan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia. ??

“Meski demikian, Bank Indonesia akan tetap mewaspadai risiko neto kewajiban PII terhadap perekonomian. Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan terjaganya stabilitas perekonomian dan berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan pendalaman pasar keuangan, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural,” harap BI. []

Original Source

Related posts

Leave a Comment