BI: Inflasi Pekan Pertama Januari 0,5 persen

EKONOMI BISNIS

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 11 Januari 2019 | 15:35 WIBDody Budi Waluyo Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Foto: Antara

LainnyaPedagang Usulkan Importir Wajib Tanam Kedelai di Dalam NegeriVolkswagen Cetak Rekor Penjualan pada 2018Pemkab Malang Optimis Komoditas Pertanian Alami Surplus di 2019Presiden Yakin e-Commerce di Indonesia Tumbuh dan Berkembang PesatGeco, Co-Working Space yang Berawal dari Anak-Anak IT Hobi Ngumpulsuarasurabaya.net – Dody Budi Waluyo Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menyebutkan tingkat inflasi pada pekan pertama Januari 2019 mencapai 0,5 persen atau secara tahun ke tahun (year on year/yoy) 3,03 persen.

“Inflasi relatif cukup bagus ya. Survei pemantauan harga minggu pertama menunjukkan inflasi sekitar 0,5 persen. Jadi jatuhnya year on year 3,03 persen,” kata Dody saat ditemui usai ibadah shalat Jumat di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat (11/1/2019), seperti ditulis Antara.

Dody menuturkan, komoditas pendorong inflasi antara lain daging ayam, telur ayam, cabe, dan bawang. Kendati demikian, lanjut Dody, tekanan inflasi dari bahan pangan atau volatile food relatif stabil seperti tahun sebelumnya.

“Tidak ada perubahan besar tekanan inflasi dibandingkan tahun lalu,” ujar Dody. Bank sentral sendiri tetap optimistis tingkat inflasi bisa dijaga di kisaran 2,5-4,5 persen seperti yang ditargetkan BI.

Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diperkirakan akan dilakukan oleh pemerintah pada tahun ini, juga sudah masuk dalam hitungan BI.

“Memang risiko inflasi akan ada kalau pemerintah melepas kebijakan BBM, seandainya ada penyesuaian harga BBM domestik, tapi itu masih calculated di mid target kita di 2019,” kata Dody. (ant/dim)

InflasiEkonomi MakroBank IndonesiaAwal Januari

Tweet

Komentar Anda
Komentar 0

loading...

loading...

Original Source

Related posts

Leave a Comment