Bulan Ini Dijanjikan Cair, Data Guru Diverifikasi Dispendik Surabaya

JawaPos.com – Data para guru yang berhak menerima tambahan tunjangan perbaikan penghasilan langsung diverifikasi Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya. Pihak sekolah tempat para guru itu mengabdi juga dilibatkan dalam telaah berkas-berkas sesuai dengan persyaratan. Diproyeksikan, tunjangan tersebut cair sebelum Lebaran.

Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengungkapkan, data guru yang menerima tunjangan perbaikan penghasilan bagi para guru swasta tersebut diproses untuk validasi dan verifikasi. Dasarnya adalah persyaratan yang tercantum dalam Perwali 22/2019 tentang Pedoman Pemberian Tambahan Perbaikan Penghasilan bagi Guru di Sekolah Formal Jenjang Pendidikan Dasar dan Sederajat yang Diselenggarakan oleh Masyarakat dan Pemerintah di Kota Surabaya.

“Kemarin sudah memasukkan datanya semua. Nanti kami cek ulang,” ujar Ikhsan di kantor Dispendik Surabaya, Jalan Jagir, kemarin (11/5).

Dia menyebutkan bahwa pihaknya juga akan melibatkan sekolah untuk proses validasi dan verifikasi tersebut. Dia yakin bahwa sekolah juga bakal memberikan data sebenar-benarnya. “Ada pakta integritas di sana. Bahwa data itu benar semua, maka kemudian langsung bisa diproses,” tambah dia.

Pendataan itu bukan hanya syarat yang harus dimiliki guru dan sekolah. Tapi juga verifikasi nomor rekening guru yang akan ditransfer Pemkot Surabaya. “Diharapkan bisa cair Mei ini, sebelum hari raya mudah-mudahan,” tegas dia. Terkait dengan jumlah guru penerima, Ikhsan belum bisa menyebutkannya karena masih proses verifikasi.

Sementara itu, Aufrida Mintarsih, perwakilan kepala sekolah SD di Surabaya Timur, mengungkapkan, tambahan tunjangan itu tentu membuat guru dan sekolah senang. Sebab, mereka mendapatkan bantuan dari Pemkot Surabaya. “Kami berterima kasih tentu saja, akhirnya peraturan untuk tunjangan itu diterbitkan,” ujar Frida kemarin.

Meskipun begitu, dia juga memberikan catatan bahwa dengan batas SPP paling banyak Rp 200 ribu, yang terimbas kebijakan tersebut mungkin tidak bisa banyak. Sebab, sekarang sekolah-sekolah itu sudah mengenakan SPP lebih dari Rp 200 ribu.

“Karena biasanya SPP itu bukan hanya untuk gaji guru, tapi juga biaya pengembangan kurikulum, termasuk ekstrakurikuler siswa juga,” ungkap dia. Frida berharap, ke depan ada evaluasi lagi untuk syarat-syarat yang ditentukan dalam perwali tersebut. “Kalau lebih longgar lagi syaratnya, pasti banyak guru yang terbantu. Itu sangat dinanti para guru,” imbuh dia.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c11/end

  • tunjangan guru
  • dinas pendidikan surabaya

Original Source

Related posts

Leave a Comment