Cerita Perjuangan Bocah Bombana Melintasi Sungai Banyak Buaya Saat Pagi

“Belum lagi, sungai Poleang itu kan banyak buaya. Ada beberapa warga yang cerita, Alhamdulillah mereka masih aman-aman saja menyeberang,” tambah Yusak.

Soal buaya, Liputan6.com pernah memberitakan pada 18 Juli 2018, seekor buaya berukuran besar kesasar di lokasi persawahan warga di desa tetangga. Daerah persawahan berada di sisi aliran sungai Poleang, sungai yang juga memisahkan Dusun V dengan Desa Tampabulu.

Setelah ‘dikeroyok’ sekitar 10 orang warga, buaya berhasil diikat dan diamankan. Meskipun tak memakan korban jiwa, buaya sepanjang tiga meter itu sempat membuat warga takut berjalan sendiri menuju sawah.

Banjir di sungai Poleang pada musim hujan, menjadi mimpi buruk bagi sejumlah pelajar. Air sungai yang naik hingga satu meter lebih, tidak bisa diseberangi oleh rakit.

Irfan (11), murid sekolah dasar di SDN 104 Tampabulu mengatakan, jika sungai sedang banjir dia terpaksa harus rela tinggal di rumah saja.

“Yang tidak enak kalau ada tugas sekolah. Pasti kami ditanyai ibu guru,” cerita Irfan.

Dia melanjutkan, setelah selamat menyeberangi sungai, perjuangan mereka menuju ke sekolah belum selesai. Ia bersama rekannya, harus berjalan kaki melewati kebun kakao dan padi dengan rute sepanjang 4 kilometer untuk bisa sampai di sekolah.

“Kadang terlambat, karena harus jalan kaki. Tapi kami senang karena banyak teman di jalan,” ujar Irfan polos.

Alda (13) salah seorang pelajar SMP punya cerita lain soal kampungnya. Di dusun V, dia hanya bisa menikmati listrik saat malam hari.

“Malam baru bisa ada lampu, siang dimatikan. Karena listrik dari tenaga surya,” katanya.

Pelajar kelas VII SMP ini berharap, suatu saat nanti ada jembatan penyeberangan yang menghubungkan rumahnya dan Desa Tampabulu. Sehingga, dia dan bersama warga desa lainnya tidak takut tenggelam saat menyeberang.

“Kalau ada jembatan bagus, saya tak perlu minta antar sama bapak kalau sungai lagi banjir,” katanya.

Wakil Kepala SDN 104 Tampabulu Muchdori mengatakan, prestasi murid-murid asal Dusun V sebenarnya bagus. Nyaris tak ada masalah bagi mereka saat mengikuti pelajaran di sekolah.

“Hanya kalau banjir di sungai kita guru-guru harus paham kondisi mereka. Kalau mereka tak datang sekolah atau telat, kita maklumi,” katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Original Source

Related posts

Leave a Comment