Cuaca Ekstrem Sebabkan 124.5 Hektare Lahan di Riau Terbakar

JawaPos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat, 124.5 hektare lahan di Riau dilahap api di 6 kabupaten kota. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu, terjadi dalam rentang waktu 2 Januari hingga Kamis (17/1).

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, 6 kabupaten dan kota yang dilanda karhutla yakni, Rokan Hilir (Rohil); Bengkalis; Kampar; Dumai; Kepulauan Meranti; dan Pekanbaru.

Diduga, minimnya curah hujan dan angin kencang ditenggarai menjadi penyebab. Ditambah lagi, ada beberapa orang dengan sengaja membakar lahan. “Ini terhitung sejak Januari awal,” jelasnya, Kamis (17/1).

Cuaca Ekstrem Sebabkan 124.5 Hektare Lahan di Riau TerbakarKepala BPBD Riau Edwar Sanger. (Virda Elisya/JawaPos.com)

Dari ratusan hektare yang terbakar lanjutnya, daerah yang paling luas adalah di Kabupaten Rohil. Lahan yang terbakar di Rohil mencapai 87 hektare. Setidaknya, ada 3 kecamatan di pesisir Riau ini mengalami kebakaran lahan hebat.

“Di Antara Kecamatan Tanah Putih, Batu Hampar, dan Rimba Melintang,” sebut Edwar.

Kemudian, diikuti Kabupaten Bengkalis. Di wilayah ini, titik-titik api menyebar di Kecamatan Mandau; Bathin Solapan; dan Desa Pambang Kecamatan Bantan. Bahkan, dari wilayah ini api merembet ke Kota Dumai. Di mana luas lahan yang terbakar di Kota Industri ini, mencapai 5.5 hektare.

Selanjutnya, penyumbang titik api terbaru yakni di Kepulauan Meranti. Luas lahan terbakar di lokasi tersebut, mencapai 2 hektare. Lokasi titik api, kata Edwar, terpantau di Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir.

Selain wilayah pesisir Riau, kebakaran juga terjadi di wilayah daratan. Tepatnya di Kabupaten Kampar dengan luas mencapai 14 hektare, dan Kota Pekanbaru 1 hektare.

Meski begitu, Edwar mengatakan, secara umum Provinsi Riau masih masuk dalam kategori aman dari bencana Karhutla. Tapi, pengecualian untuk di wilayah tengah, pesisir timur dan sebagian wilayah barat Riau. “Wilayah itu dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar,” kata dia.

Dengan situasi ini, Edwar akan mempertimbangkan akan menetapkan status siaga Karhutla 2019. Tentunya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan stakeholder lainnya seperti BMKG dan Pemerintah Provinsi Riau.

Editor : Budi Warsito
Reporter : Virda Elisya

#karhutla di riau #bpbd riau #luas lahan terbakar meluas

Original Source

Related posts

Leave a Comment