De Rossi: kami punya hak untuk berkeyakinan

Jakarta (ANTARA News) – Kapten AS Roma, Daniele De Rossi, mengatakan timnya punya hak untuk memiliki keyakinan bisa bangkit dan membalikkan kekalahan 2-5 yang mereka derita di laga pertama semifinal Liga Champions di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Rabu dini hari WIB.

“Kami punya hak untuk berkeyakinan, dan kami melakukan segalanya untuk para pendukung,” kata De Rossi selepas kekalahan kepada Mediaset, sebagaimana dilansir laman resmi UEFA.

Dua gol yang dicetak Edin Dzeko dan Diego Perotti pada 10 menit terakhir di Anfield menumbuhkan kepercayaan bahwa mereka bisa mengulangi hal yang mereka lakukan untuk menyingkirkan raksasa Spanyol Barcelona dari Liga Champions musim ini.

Dua pekan silam, memasuki laga kedua dalam keadaan tertinggal 1-4 secara agregat, Roma berhasil meraih kemenangan 3-0 dan lolos ke semifinal berbekal satu gol tandang yang mereka cetak di Nou Camp sepekan sebelumnya.

Baca juga: Liverpool buang keunggulan lima gol dan “hanya” menang 5-2 dari Roma

Baca juga: Klopp: kami bukan Barcelona

Baca juga: Pelatih Roma sesumbar yakin bisa ulangi kebangkitan di Olimpico

Situasi selisih ketertinggalan tiga gol dan bekal gol tandang kembali berulang saat mereka akan menjamu Liverpool untuk laga kedua di Stadion Olimpico, Roma, Italia, Kamis (3/5) WIB pekan depan.

“Kami seperti pingsan tadi dan kredit bagi Liverpool yang memperlihatkan kualitasnya,” kata De Rossi.

“Masih ada tiga gol untuk ditebus dan itu tidak akan mudah, namun bukan hal mustahil. Tentu saja akan menjadi hasil yang mengejutkan (untuk lolos ke final), namun tidak mustahil,” pungkasnya.

Roma harus mengulangi kemenangan tiga gol tanpa balas atas Liverpool di Olimpico jika ingin melangkah ke final Liga Champions musim ini.

Skenario kedua yang memungkinkan mereka untuk lolos ke final adalah kemenangan 4-1, dan Roma mendapat suntikan “keuntungan” dengan bertambahnya masalah di lini tengah Liverpool menyusul cedera yang dialami Alex Oxlade-Chamberlain, mengikuti jejak Emre Can dan Adam Lallana ke kursi pesakitan.

Penerjemah: Gilang Galiartha

COPYRIGHT © ANTARA 2018

Related posts

Leave a Comment