Dianggap Bermasalah, KPU Sulsel Akan Lakukan Pemungutan Suara Ulang di 12 Wilayah

AKURAT.CO, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan akan melakukan pemungutan suara ulang di sejumlah tempat pemungutan suara yang berada di 12 Kabupaten dan Kota yang dianggap bermasalah.

“Untuk pemungutan suara ulang, kami sedang mengkaji. Kemungkinan ada pemungutan suara ulang di beberapa Kabupaten Kota di Sulawesi ini,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan, Misna M Attas di Kantor KPU Sulawesi Selatan, Jalan Andi Pangeran Pettarani Kota Makassar, Jumat (19/4/2019).

Meski begitu, Misna M Attas belum mau membeberkan di mana tempat 12 Kabupaten Kota yang kemungkinan akan melakukan pemungutan suara ulang tersebut, kata dia, pemungutan suara ulang itu berdasarkan laporan yang telah masuk di pihaknya.

baca juga: Ganjar Happy Jumlah Partisipasi Masyarakat Jateng Ikut Pemilu Capai 80 Persen Media Internasional Soroti Klaim Kemenangan Sepihak Prabowo Bawaslu Mengindikasikan Adanya Pemilihan Suara Ulang di 10 Daerah di Jateng

“Laporan yang masuk ada 12 Kabupaten/Kota yang kemungkinan pemungutan suara ulang. Ini masih kemungkinan, tapi saya tidak mengeluarkan nama daerahnya,” terangnya.

Dalam keterangan resminya, Misna M Attas menjelaskan rata-rata masalah yang terjadi di 12 Kabupaten Kota itu lantaran adanya pemilih yang berasal dari luar daerah Sulawesi Selatan yang menggunakan kartu tanda penduduknya dan ikut berpartisipasi mencoblos pada tempat pemungutan suara yang berada di Sulawesi Selatan pada Rabu 17 April 2019 lalu.

Selain itu, juga terdapat pemilih dari Sulawesi Selatan, namun bukan berasal dari tempat pemungutan suara atau Kelurahan dimana tempat pemungutan suara itu berada.

Menurut Misna M Attas, saat ini petugas KPU masih melakukan kajian lebih jauh bersama KPU di 24 Kabupaten dan Kota, termasuk memastikan bukti-bukti dan dokumen penting sambil menunggu rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Sulawesi Selatan.

“Mereka sudah mencoblos tapi saat ini kami sedang melakukan kajian dan untuk menentukan apakah dilakukan pemungutan suara ulang atau tidak. Itu bergantung dari kajian yang dilakukan, juga rekomendasi dari Bawaslu,” jelasnya.

Oleh karena itu, Misna M Attas berharap dengan diadakannya pemungutan suara ulang tersebut agar dapat menjadi edukasi politik terhadap masyarakat maupun petugas penyelenggara di daerah Sulawesi Selatan.

“Untuk pemungutan suara ulang ini hendaknya dijadikan sebagai moment pendidikan pemilu kepada masyarakat, maupun penyelenggara di tingkat bawah. PSU ini juga nantinya bukan untuk seluruh 12 Kabupaten, namun hanya di TPS yang bermasalah dari 12 Kabupaten tersebut,” tutupnya.[]

Original Source

Related posts

Leave a Comment