Distanak Mura Targetkan Inseminasi Hampir 7 Ribu Ekor Sapi Betina

Musi Rawas, Gatra.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menargetkan melakukan kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) terhadap 6.816 atau hampir 7 ribu ekor sapi betina melalui Program IB.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Distanak Kabupaten Mura, Tohirin melalui Kabid Nakeswan, drh Marzuji didampingi Kasi Pembibitan dan Produksi, Sadjadi mengatakan, memang ditargetkan sebanyak 6.816 ekor sapi betina untuk dilakukan kawin suntik.

Dari target tersebut, Distanak Mura mematok sebanyak 4.824 ekor sapi betina bunting. Sedangkan yang beranak targetnya sejumlah 3.562 ekor. Jumlah tersebut naik dibanding tahun 2018 lalu yang hanya 5.012 dosis.

“Untuk tahun ini target program tahunan yang rutin dilaksanakan kawin suntik mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Baik secara dosis, bunting hingga keberhasilan yang lahir,” kata Sadjadi, Kamis (21/3).

Menurutnya, meski alami kenaikan target, pihaknya optimistis bisa merealisasikannya bahkan hingga over target, mengingat sejak beberapa tahun terakhir program tersebut selalu melebih taget untuk realisasinya, baik dari segi sapi bunting hingga angka kelahiran.

“Kita optimis target itu dapat terlampaui. Sebab tahun sebelumnya, 2018 melampaui target sebanyak 5.012 dosis. Dengan realisasi hingga 10.974 dosis atau secara persentase 218,95%,”katanya.

Dia menjelaskan, masih di tahun sebelumnya untuk target sapi bunting sebanyak 3.508 ekor dan teralisasi hingga 137,46% atau mencapai 4.822 ekor dan terget lahir sebanyak 2.807 ekor dan teralisasi 112,55% atau 3.162 ekor.

Denan capaian tahun lalu mencapai dua kali lipat dari target, pihaknya optimisti di tahun ini juga bisa teralisasi dengan sempurna. Adapun tujuan dalam program kawin suntik ini untuk memperbaiki mutu genetik ternak sapi di Kabupaten Mura, yang mungkin selama ini kurang baik. Kemudian, solusi dari efisiensi sapi pejatan yang unggul, sebab saat ini sapi jantan lebih banyak dipotong ketimbang dipelihara.

“Untuk pengadaan sperma sapi pejantan (strow) yang digunakan langsung diambil melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) di Kota Palembang dan Singosari. Sedangkan untuk jenisnya, lebih dominan jenis Bali, Simontang, Limosin yang dominan dikembangbiakan di Kabupaten Mura,” ujarnya.

Pelaksanaan program kawin suntik di Kabupaten Mura sudah berjalan sejak awal bulan Januari lalu. Namun terlepas dari itu, jika memang ada warga atau peternak sapi yang ingin melakukan kawin suntik sapinya, maka dapat mengajukan langsung kepada petugas Puskeswan terdekat.

Distanak Muar juga melakukan pelayanan di peternak-peternak sapi. Pelayanan diberikan berdasarkan pengajuan dari masyarakat biasa dan semuanya dilayani. Dengan adanya program ini, diharapkan ke depan populasi sapi di Kabupaten Mura tetap bertahan dan meningkat.

Mengenai jumlah populasi sapi di Kabupaten Mura hingga akhir Desember 2018 lalu, Sadjadi menuturkan, dari hasil data yang tercatat, jumlahnya masih mencapai 24.125 ekor dan tersebar di 14 kecamatan.

Untuk di Kabupaten Mura ini ada dua jenis populasi sapi, yakni sapi biasa dan sapi perah. Hanya saja untuk jumlah sapi perah masih sedikit yakni hanya ada 39 ekor, 8 di antaranya betina.

Dia menambahkan, untuk populasi sapi dari 14 kecamatan di Kabupaten Mura, paling banyak di Kecamatan Megang Sakti mencapai 5.257 ekor, sedangkan paling sedikit di Kecamatan Selangit 18 ekor.


Reporter: HC Agoes

Editor: Iwan Sutiawan

Original Source

Related posts

Leave a Comment