Dokter Fitri, WO yang Membumikan Syariah dalam Ikatan Cinta

AKURAT.CO, Anggun dan ramah, kesan pertama yang terlihat ketika bertemu dengannya pertama kali. Orang terdekat hingga kliennya memanggilnya Teh Fitri atau dr. Fitri.

Wanita yang juga dokter ini bisa dibilang sukses menyalurkan bakat terpendamnya di bidang fashion dan kecantikan. Bagaimana tidak, saat ini, wanita kelahiran Serang, 8 Februari 1988 ini, sukses menggeluti bisnis Wedding Organizer, disamping profesi utamanya sebagai seorang dokter.

Dokter Syar’i Bridal (DSB) Wedding Organizer, yang beralamat di Jalan Cikepuh nomor 12, Cimuncang, Kecamatan Serang, Banten ini, lahir dari pengalaman pribadi dan prinsip yang kuat ingin menghadirkan WO berkonsep syar’i. Dan kini menjadi WO Syar’i pertama dan satu-satunya di Banten.

baca juga: Seks Sekali Seminggu Bisa Selamatkan Pernikahan Lho KPU Banten Bantah Draf Sumpah KPPS Tidak Diberikan Harapan Warga Cilegon Untuk Pemimpin Baru: Yang Penting Gaji Naik, Sembako Murah

“Dari pengalaman pribadi, karena 2010 aku nikah. Pas nikah aku sama suami kecewa dari segi pelayanan kok ga sesuai. Masih tradisional banget belum syar’i ungkapnya kepada Akurat.co, di Cilegon, Jumat (19/4/2019).

“Karena ga sebatas keuntungan dunia aja. Ada nilai dakwahnya, nilai ibadahnya. Kita bisa menjamin makeupnya syari dan alat-alat makeupnya halal,” lanjutnya.

Bermodal sebuah gaun yang dimilikinya, lalu mengenalkannya melalui media sosial instagram. Tak disangka, gaun yang dipostingnya lewat media sosial itu menarik perhatian beberapa followers yang ingin menyewa. Sejak saat itulah, dirinya bersama suami terus menekuni dan konsisten menyediakan jasa WO.

Merintis Awal Bisnis

Di tahun pertama merintis, tepatnya awal 2017 – 2018, jumlah kliennya telah mencapai 118 orang. Jumlah yang tidak sedikit untuk sebuah WO pemula. Artinya dalam sebulan ada 9 hingga 10 klien yang menggunakan jasanya. Karena berdasarkan risetnya, di kebanyakan jasa WO, mendapat lima klien dalam setahun sudah merupakan pencapaian yang baik.

Hebatnya, wanita bernama lengkap Fitri Aulia Abdullah mengaku bisnisnya ini tanpa modal. Dia pun tak ingin menyebutkan berapa besar keuntungan yang diperoleh, sebab hasil yang didapat hampir seluruhnya digunakan untuk mengembangkan bisnis. Dan yang jelas menurutnya bisnis WO saat ini sangat menggiurkan.

Kegiatan Dokter Syari Bridal. Instagram Doktersyaribridal

“Jadi di tahun pertama sampai pertengahan tahun kedua semua keuntungan kita jadikan aset. Diinvest terus. Jadi bener-bener ngiket perut,” jelasnya.

Meski sedari kecil Teh Fitri mengaku hanya bercita-cita ingin menjadi dokter, seperti pepatah, buah tak jauh dari pohonnya. Hal ini juga yang dialami Teh Fitri, meski sempat didesak untuk meneruskan bisnis keluarganya, akhirnya ayahnya merelakannya sebagai dokter dengan syarat tetap menjadi pengusaha, dan terbukti hingga kini.

Dan, walaupun terlahir dari keluarga berada yang memiliki darah bisnis yang kental, ayah atau abahnya yang seorang pengusaha meubel dan kayu, begitupun ibunya yang turut serta terlibat aktif sebagai pengelola, namun, ditegaskan kondisi ini bukanlah menjadi faktor kesuksesan yang diraihnya dalam bisnis WO saat ini. Semua diraih dengan jerih pahahnya sendiri bersama sang suami.

“Pernah aku di satu titik, tinggal sama suami cuma pegang uang Rp15.000. Tapi nikmat aja gitu karena dijalaninnya selalu berdua, sama pasangan halal,” ucapnya sambil tersenyum simpul.

Namun, tak dipungkiri, sosok ayah atau yang akrab dipanggilnya abah, adalah sosok idola dalam hidupnya. Selalu terngiang dan akan menjadi prinsip hidup sampai kapanpun. Abahnya pernah berpesan “Jangan makan dari uang pasien”, ini juga yang menjadi pendorong dirinya untuk mencari materi bukan dari profesi sebagai seorang dokter tetapi dengan berbisnis.

Cacian Itu Jadi Motivasi Untuk Selalu Memperbaiki

Membicarakan perjalanan bisnis, tentu saja setiap orang akan menghadapi tantangan. Begitu pula yang dirasakan Teh Fitri. Ungkapan meremehkan, caci dan maki pernah diterimanya. Namun semua itu tak membuatnya gentar untuk terus memperbaharui bisnis WO nya.

“Karena dari tahun 2016 kebelakang, wedding syari dinilai norak, kampungan. Pengantin dengan hijab panjang itu ngga kita pungkiri emang jadinya dress nya kaya norak. Udah gamis doang ga ada nilai lux nya elegant nya. Nah, itu yang pengen kita tonjolin. Masih jadi PR bersama bagaimana wedding syari jadi elegan dan cita rasanya internasional. Jadi kita bisa bersaing,” paparnya.

Kegiatan Dokter Syari Bridal. Instagram Doktersyaribridal

Komitmennya mengharapkan ridho Allah melalui konsep syar’i dalam bisnis weddingnya ini juga ditunjukkan dengan sikap menolak klien yang ingin request menggabungkan konsep syar’i dengan adat. Karena sesungguhnya adat dan syar’i adalah dua hal yang tidak dapat disatukan.

“Sejujurnya adat dan syari sesuatu yang ga bisa di gabung. Pakemnya beda. Lebih baik aku kehilangan job daripada memaksakan adat jadi syari atau sebaliknya. Daripada hisabnya juga berat. Kaya pemakaian sigar, sigar itu kan dipasang bukan di kepala tapi pake sanggul jadi punuk unta kan,” paparnya.

Teh Fitri juga menekankan agar bisnisnya tetap amanah yakni selalu membuat Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) dengan kliennya. Ini juga yang membedakan WO nya dengan WO lainnya di Banten.

“Sejauh yang kita riset SPK ga ada di Banten kalau di Jakarta ada. SPK itu akan lebih muamalah, kaya ijab kabul. supaya ga merugikan pihak lain dan pihak aku juga,” pungkasnya.

Membumikan Syariah dalam Tata Rias

Hingga saat ini, Teh Fitri mengaku selalu mendapat testimoni yang positif dari para kliennya. Semua informasi mengenai WO nya dibagikan melalui akun instagramnya @doktersyaribridal. Satu yang ingin dipertahankan, adalah silaturahmi yang tidak akan putus. Selain itu, kepuasan kliennya menjadi suatu kebahagiaan dan amanah untuk meraih ridho dan berkah Allah SWT.

Keahliannya ini pun di salurkannya dengan mengadakan program kursus make up yang dinamakan Bacem atau Beauty Class for Empowering Muslimah.

Kegiatan Dokter Syari Bridal. Instagram Doktersyaribridal

Namun yang tertarik mendaftar harus melewati seleksi dengan beberapa kriteria diantaranya muslimah yang memiliki akhlak baik, dhuafa (menyertakan surat keterangan tidak mampu dari RT/RW setempat), memiliki minat dan bakat untuk berkarir di bidang jasa make up dan mengisi formulir yang daoat diakses melalui Whatsapp Dokter Syar’i Bridal.

Pada pendaftaran pertama atau awal dibuka yakni 1 – 16 April lalu terdapat 78 peserta yang mengikuti seleksi. Namun hanya lima peserta yang lolos seleksi. Usai lolos maka mereka akan difasilitasi perlengkapan make up secara gratis. “Dari 78 itu cuma 5 yang lolos. Kebanyakan sih kalah di attitude,” ungkapnya.

Sebagian besar peserta adalah single parent yang harus melanjutkan hidup menafkahi anak-anaknya. Sehingga ini juga menjadi wadah dan peluang bagi yang baik bagi peserta yang lolos nanti untuk membuka usaha jasa make up.[]

Original Source

Related posts

Leave a Comment