Fahri Hamzah Tak Tertarik Dalami Motif Kebohongan Ratna Sarumpaet

JawaPos.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan pertama kali mengetahui secara resmi adanya kabar penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet pada 2 Oktober 2018. Kala itu dia diminta pendapat oleh media massa. Saat itu pula dia langsung berkomentar kepada publik atas peristiwa tersebut.

“Secara resmi baru mendengar kira kira tanggal 2 (Oktober) pagi, tetapi sebelumnya sudah banyak yang mengabarkan desas desus. Karena belum menjadi berita saya nggak mau,” ujarnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/5).

Secara resmi yang dimaksud Fahri yaitu saat kasus Ratna sudah menjadi pemberitaan media massa nasional. Bukan lagi desas-desus yang berkembang di media sosial. Untuk memastikan Ratna dianiaya, Fahri berusaha menghubunginya pada 2 Oktober 2018. Namun, tidak berhasil, Ratna tidak meresponnya sama sekali.

“Tanggal 2 saya kontak beliau tapi nggak ada jawaban. Tapi media sudah bertanya, jadi saya bereaksi cukup keras karena peristiwa penganiayaan ini,” jelasnya.

Keesokan harinya, Fahri menelepon kembali Ratna. Teleponnya pun diangkat oleh seseorang. Lalu dia meminta disambungkan dengan Ratna. Di dalam sambungan telepon ini, Ratna lantas mengakui kebohongannya.

“Ditelepon beliau bilang ‘Fahri saya minta maaf saya berbohong. Saya akan akhir ini, saya akan konferensi pers’ beliau bilang seperti itu,” ungkap Fahri.

“Begitu beliau menyatakan minta maaf ya sudah selesai, sudah selesai berarti persoalannya. Saya menanggapi sudah selesai dan tidak ikuti lagi,” tambahnya.

Bagi Fahri ketika pengakuan itu dibuat, maka kasus itu selesai. Ratna telah menanggung semua beban kebohongannya sendiri. “Saya menghargai itu yang paling berat bagi saya yaitu mengoreksi diri sendiri saya kira sudah selesai di situ,” lanjutnya.Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

Hakim Mery lantas bertanya lagi apakah Fahri mencari tahu kenapa Ratna berbohong. Fahri pun mengatakan tidak berminat untuk mencari tahunya. Baginya saat pengakuan itu dibuat, kasus sudah usai.

“Saya tidak tertarik mencari tahu karena menurut saya itu sudah masuk ke ranah privat,” ucap Fahri.

“Anda tidak tertarik untuk mencari tahu, tapi sebenarnya apakah anda tahu alasan sebenarnya saudara terdakwa berbohong ?,” Tanya Hakim Mery lagi.

“Kalau beliau (Ratna) anak saya, saya ingin tahu detail. Ya sudah selesai itu urusan beliau. Itu urusan pribadinya,” jawabnya.

Sebelumnya, Ratna didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Serta Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kasus ini mulai muncul pada Oktober 2018. Saat itu foto lebam wajah Ratna Sarumpaet beredar luas di media sosial. Kepada beberapa pihak, Ratna mengaku jadi korban pemukulan orang tidak dikenal di Kota Bandung, Jawa Barat.

Kemudian pada 3 Oktober 2018 Ratna membuat pernyataan ke publik melalui konferensi pers media massa bahwa berita penganiayaan terhadap dirinya adalah bohong. Dia mengakui luka lebamnya di dapat dari operasi plastik di sebuah rumah sakit kecantikan di Jakarta.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

  • fahri hamzah
  • hoax ratna
  • sidang ratna sarumpaet

Berita Menarik Lainnya

Original Source

Related posts

Leave a Comment