Garuda Indonesia Sebut Kenaikan Harga Masih Sesuai Regulasi

DIREKTUR Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan tingginya harga tiket pesawat Garuda saat peak season perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 tidak melampaui ambang batas tarif yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016.

“Yang terjadi kemarin, Garuda tidak menaikkan harga, karena harga sudah dibatasi oleh PM 14/2016. Garuda engga boleh melampaui harga yang sudah ditetapkan. Kalau Garuda melampaui itu akan terkena sanksi dari regulator. Supply dan demand ini yang sedang di-manage,” katanya dalam konferensi pers di Kawasan SCBD, Jakarta, Minggu (13/1).

Awalnya, lanjut Pikri, peak season akan selesai pada 14 Januari 2019. Ternyata, hasil evaluasi dari maskapai peak season berakhir lebih cepat yaitu pada 10 Januari 2019.

“Sejalan dengan menurunnya periode, low season, kami relaksasi kembali. Menurunkan (harga tiket) sesuai dengan demand,” jelasnya.

Baca juga : Asosiasi Perusahaan Penerbangan Sepakat Turunkan Harga Tiket Pesawat

Sebelumnya diberitakan, masyarakat mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik. Hal itu kemudian direspons oleh para maskapai dengan kembali menurunkan harga tiket pesawat di sejumlah rute penerbangan.

“Garuda juga berkepentingan untuk mendukung ekonomi lemah, pengusaha, pariwisata, travel industry, dan destinasi untuk mendukung pergerakan ekonomi dan barang. Ini kewajiban kita untuk menyesuaikan demand yang masuk ke low season,” terang Pikri.

Pada Jumat (11/1) kemarin, Pikri menyampaikan bahwa Garuda telah menurunkan harga tiket pesawat di enam rute penerbangan.

Ia pun memastikan bahwa harga tiket untuk rute ke Banda Aceh, Jayapura, Pontianak, Denpasar, Yogyakarta, Surabaya, Padang dan beberapa destinasi lainnya akan diturunkan.

“Ini akan terus kami evaluasi sesuai demand dari masyarakat itu sendiri,” katanya. (OL-8)

Original Source

Related posts

Leave a Comment