Licik! Ucapan Sarkastis Rocky Gerung Soal Jokowers Bilang Prabowo Tak Punya Prestasi, Dimanipulasi

Jum’at, 7 Desember 2018

Faktakini.com, Jakarta –

Faktakini.com, Jakarta – Entah karena tidak mampu memahami substansi pernyataan Rocky Gerung atau memang “sudah terlahir” sebagai manipulator tulisan orang, media pro rezim penguasa “memotong” Ucapan Rocky Gerung lalu memanipulasi dan berusaha membelokkan artinya.

Ucapan yang dimaksud adalah ucapan “Sindiran Sarkastis” Kepada para pendukung Jokowi, yang ia lontarkan saat tampil di acara ILC di tvOne, Selasa (4/12/2018).

Saat itu Rocky Gerung menyindir para pendukung Jokowi yang gemar menyindir “Prabowo tidak punya prestasi”, Rocky berkata “Kan kalian bilang Prabowo itu tidak punya prestasi, jadi kalau gitu ya buat apa kalian menyuruh saya mengkritik Prabowo kan menurut kalian ” Prabowo tidak punya prestasi”?, begitu kira-kira yang di mksud oleh Rocky Gerung.

Namun ucapan “Kan kalian (Pendukung Jokowi) bilang Prabowo itu tidak punya prestasi”, dibuang oleh para manipulator ucapan orang, supaya terkesan Rocky Gerung lah yang mengatakan itu.

“Kalau saya tidak netral, karena saya tidak mengkritik Prabowo, saudara sendiri bilang Prabowo tidak punya prestasi, ngapain saya kritik orang yang tidak punya prestasi, ” kata Rocky Gerung.

“Yang saya kritik itu adalah orang yang mengklaim prestasi orang tuh, Pak Jokowi banyak klaim prestasi orang makanya saya harus kritik, kan masuk akalnya gitu,” kata Rocky Gerung di ILC pasca Reuni 212.

Jadi sebetulnya, Rocky sedang melontarkan sindiran sarkastis kepada para pendukung Jokowi, hanya saja karens kemampuan IQ yang tiarap dari kubu mereka hingga tidak mampu memahami “bahasa sindiran sarkastis tingkat tinggi” dari Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung dengan kualitas Reuni 212 sepatutnya sudah tak ada lagi perdebatan mengenai jumlah massa yang datang.

Karena masyarakat cenderung mengingat kualitas acara dibanding jumlah.

Rocky Gerung juga mengatakan apabila Reuni 212 tak perlu lagi dilakukan, maka begitu juga dengan perayaan kemerdekaan 17 Agustus.

“lucunya orang berhitung tentang jumlah, orang ribut kan, jadi ngapain bicara jumlah kalau dia sudah menjadi kualitas, tentang protes ketidakadilan, soal agama disitu dengan sendirinya, kalau satu kali reuni ya sudah, kalau begitu jangan rayakan 17 Agustus kan Belanda udah pergi kan, coba otaknya dibikin agak waras,” kata Rocky Gerung.

Pengamat Politik Boni Hargens menginterupsi pernyataan Rocky Gerung.

Boni tak sependapat bila Rocky Gerung menyamakan Reuni 212 dengan fenomena Martin Luther King.

“Siapa yang ditindas disana, siapa yang menindas umat islam ?” kata Boni Hargens.

Belum selesai bicara, pernyataan Boni dipotong oleh Karni Ilyas.

“Boni jadi saya ingatkan yah, ketika anda ngomong cicak pun tidak interupsi, setiap orang ngomong anda interupsi,” kata Karni Ilyas.

Rocky Gerung kemudian kembali melanjutkan argumennya.

Menurut Rocky Gerung dengan kualitas Reuni 212 sepatutnya sudah tak ada lagi perdebatan mengenai jumlah massa yang datang.

Karena masyarakat cenderung mengingat kualitas acara dibanding jumlah.

Rocky Gerung juga mengatakan apabila Reuni 212 tak perlu lagi dilakukan, maka begitu juga dengan perayaan kemerdekaan 17 Agustus.

“lucunya orang berhitung tentang jumlah, orang ribut kan, jadi ngapain bicara jumlah kalau dia sudah menjadi kualitas, tentang protes ketidakadilan, soal agama disitu dengan sendirinya, kalau satu kali reuni ya sudah, kalau begitu jangan rayakan 17 Agustus kan Belanda udah pergi kan, coba otaknya dibikin agak waras,” kata Rocky Gerung.

Pengamat Politik Boni Hargens menginterupsi pernyataan Rocky Gerung.

Boni tak sependapat bila Rocky Gerung menyamakan Reuni 212 dengan fenomena Martin Luther King.

“Siapa yang ditindas disana, siapa yang menindas umat islam ?” kata Boni Hargens.

Belum selesai bicara, pernyataan Boni dipotong oleh Karni Ilyas.

“Boni jadi saya ingatkan yah, ketika anda ngomong cicak pun tidak interupsi, setiap orang ngomong anda interupsi,” kata Karni Ilyas.

Rocky Gerung kemudian kembali melanjutkan argumennya.

Rocky Gerung lantas bicara soal tudingan Reuni 212 yang dipolitisi.

“Politisi itu Presiden Jokowi bagi-bagi sertifikat, kan bisa oleh dirjen,” kata Rocky Gerung.

Ketua DPP Nasdem Irma Suryani Chaniago kembali menginterupsi pernyataan Rocky Gerung.

“Rocky Gerung ini ngomong al-quran fiksi aja ga ada yang protes, mana mungkin kitab suci agam islam adalah fiksi bisa dipercaya, jangan dipercaya omongannya,” kata Irma Suryani Shaniago.

“Saya dulu bilang kitab suci bukan al-quran, ini kedunguan kedua nih,” timpal Rocky Gerung

Rocky Gerung mengatakan bahwa mestinya masyarakat tak perlu cemas terhadap politis.

Belum selesai bicara, Boni Hargens sudah menginterupsi lagi.

Boni Hargens tak sependapat dengan pernyataan Rocky Gerung yang mengatakan bahwa insting dari petahana adalah mencuri start kampanye.

“Memang hukum mengadili insting ?” kata Boni Hargens.

Pernyataan Boni Hargens ditanggapi oleh Karni Ilyas dan Dedi Gumelar atau Miing.

“Masa ada pengamat berdebat ?” kata Dedi Gumelar.

“Anda terlalu jauh, kalau semua omongan orang anda bantah itu anda bukan pengamat,” kata Karni Ilyas.

Irma Suryani Chaniago lantas menyanggah bahwa mestinya Reuni 212 sudah tak perlu lagi dibahas.

Hanya patut memberi apresiasi kepada pihak-pihak yang berhasil menjalanka, juga mengamankan Reuni 212

Rocky Gerung kemudian diminta Karni Ilyas untuk melanjutkan argumennya di Ils pasca Reuni 212.

Rocky Gerung menuturkan alasannya memposisikan diri sebagai pihak yang netral.

“Kalau saya tidak netral, karena saya tidak mengkritik Prabowo, saudara sendiri bilang Prabowo tidak punya prestasi, ngapain saya kritik orang yang tidak punya prestasi, ” kata Rocky Gerung.

“Yang saya kritik itu adalah orang yang mengklaim prestasi orang tuh, Pak Jokowi banyak klaim prestasi orang makanya saya harus kritik, kan masuk akalnya gitu,” kata Rocky Gerung di ILC pasca Reuni 212.

Sumber: Tribunnews

Related posts

Leave a Comment