Hukum yang Tidak Tegak, Biang Terjadinya Sengketa Sosial

Portaldailynet, Jakarta – Kegaduhan yang akhir-akhir ini makin masif terjadi ditengarai akibat tidak tegaknya supremasi hukum di Negeri ini.Terjadi konflik-konflik horizontal di antara sesama anak bangsa. Timbulnya penolakan tokoh – tokoh masyarakat di berbagai daerah oleh sebagian ormas dan kalangan masyarakat tertentu. Berlanjut dengan dibalasnya penolakan dan pengusiran terhadap tokoh -tokoh ormas yang dulu melakukan penolakan.

Perlakuan yg berbeda terhadap pelaku persekusi oleh aparat penegak hukum kerap terjadi. Adanya pembiaran atas perlakuan persekusi kepada pengguna kaos dengan #2019 ganti presiden, tapi di sisi lain begitu garang terhadap pelaku persekusi kepada pengguna kaos dengan # jokowi 2 periode.

Timbulnya polemik antara pemanggilan emak – emak atau ibu bangsa. Dilarangnya emak emak berpolitik, tapi membolehkan ibu bangsa berpolitik. Semua itu karena hukum di Negeri ini sudah tidak tegak. Satu hukum bisa mempunyai bermacam-macam makna. Bisa jadi bermakna hijau bagi kelompok si A, menjadi merah untuk kelompok si B, atau bahkan menjadi hitam untuk si C.

Hukum ditangan penguasa dibuat rebah, di pakai parsial. Inilah yang mengakibatkan konflik sosial.Sehingga penguasa bisa mengambil keuntungan dari sengketa sosial itu. Sebagaimana tweet Fahri Hamzah, ” hukum yang tidak tegak adalah biang kerok sengketa sosial, hijau bagi si A,tap merah bagi si B, dan hitam bagi si C.”

(jo)

Related posts

Leave a Comment