Indonesia Satu dari Delapan Negara Paling Bahagia, Salah Data atau Kebohongan Baru

Portaldailynet, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan orang Indonesia merupakan salah satu masyarakat paling bahagia di dunia berdasarkan riset yang dilakukan Gallup awal tahun ini.

“Kita mungkin bukan yang paling maju. Tapi ternyata kita adalah salah satu orang paling bahagia di dunia,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan di Tri Hita Karana Forum, dalam rangkaian Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) – Bank Dunia (World Bank) 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Perusahaan riset asal AS, Gallup, merilis survei pada awal 2018 yang menyebutkan bahwa Indonesia menjadi satu dari delapan negara yang paling bahagia di dunia.

Berdasarkan survei itu Indonesia ditempatkan pada jajaran negara-negara paling optimistis di dunia untuk tahun yang sama.

Senada dengan itu, survei Edelman juga menempatkan tingkat kepercayaan publik di Indonesia kepada pemerintah berada pada posisi kedua setelah Switzerland.

Untuk itu, Presiden Jokowi kemudian mengajak hadirin yang datang pada acara Tri Hita Karana Forum untuk datang ke Indonesia, meskipun Indonesia merupakan salah satu negara yang menghadapi berbagai tantangan terkait bencana yang terjadi dari waktu ke waktu.

“Tapi jika yang Anda cari adalah kebahagiaan, maka Anda datang ke tempat yang tepat,” kata Jokowi.

Apa yang disampaikan Presiden Jokowi justru berbeda dengan data survei Gallup World Poll, dimana dalam data survei itu Indonesia justru berada di nomor urut ke 96 dari 156 negara.

Di antara Negara-negara Asia Tenggara sendiri Indonesia berada di urutan keenam setelah Vietnam, Singapura berada di peringkat 35, Malaysia di peringkat ke 35,Thailand diperingkat 46, Filipina diperingkat 71, Vietnam diperingkat 95, Indonesia diperingkat 96, Laos diperingkat 110, Kamboja di peringkat 120, dan Myanmar diperingkat 130.

Lalu data yang disampikan Presiden Jokowi diambil dari Data yang mana.Apa maksud Presiden menyampaikan data yang salah di depan delegasi peserta pertemuan tahunan IMF. Apakah ini kebohongan baru diantara sekian banyak kebohongan kebohongan yang dilakukannya.

Sebagaimana dipertanyakan oleh Dahnil A Simanjutntak dalam tweetnya “Data yang dimaksud urutan ke 8 oleh Pak @jokowi didepan forum internasional itu diambil dimana ya? Kebohongan baru kah?

Jika benar Presiden menyampaikan data yang salah maka tidak hanya membohongi delegasi-delegasi yang hadir, tapi juga membohongi seluruh Rakyat Indonesia.

Selama ini Presiden sudah tidak peka dan mengetahui kondisi Rakayat yang dipimpinnya. JIka survei Negara lain saja tahu kondisi Rakyat Indonesia yang sebenarnya dalam kondisi sulit dan kesusahan serta dalam ketidakbahagiaan.

Lalu kenapa Presiden Jokowi menutup mata dan berbohong dengan kondisi yang sebenarnya. Sungguh bukan sifat yang terpuji.

(jo)

Related posts

Leave a Comment