Innalillahi, Asyik Bermain Dua Bocah Tewas Kesetrum

Innalillahi, Asyik Bermain Dua Bocah Tewas Kesetrum - JPNN.COM

jpnn.com, SIDOARJO – Muhammad Ilham Hakiki tak bisa menyembunyikan raut ketakutan dari wajahnya. Dia langsung berlari ke ibunya yang sedang mengikuti pengajian di Dusun Limbe, Jabon, Rabu malam (5/12). Bocah berusia 7 tahun itu Menangis. Napasnya juga tersengal-sengal.

Bocah tersebut lantas menunjuk-nunjuk halaman rumah yang bersebelahan dengan tempat pengajian. Tangisan dan perilaku Ilham membuat sang ibu kebingungan. Sebab, beberapa saat sebelumnya, bocah itu masih terlihat riang. Ilham bermain bersama dua anak seumurannya. ”Karena curiga, akhirnya si ibu mendatangi tempat tersebut,” kata Sunarto, salah seorang warga setempat.

Ibu Ilham menjerit. Belakangan dia tahu maksud tangisan Ilham. Ternyata, dua teman Ilham itu terlihat sudah tergeletak di tanah. Tidak sadarkan diri. ”Nyawa dua bocah tersebut sudah tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.

Insiden itu kontan saja membuat warga sekitar geger. Mereka tidak menyangka dua anak yang selama ini dikenal periang tersebut mendadak ditemukan tewas. Dua bocah malang itu adalah Putri Apriliasari dan Dika Raditia Putra. ”Jadi, meninggal karena tersetrum,” ujarnya.

Berdasar informasi, malam itu para pe­rempuan desa sedang mengikuti pengajian di sebelah rumah H Khoirul Huda. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan. Beberapa ibu-ibu biasa mengajak anaknya yang masih kecil. Nah, selama pengajian berlangsung, para bocah itu bermain sendiri.

Selain Ilham, dua bocah lain adalah Putri dan Dika. Sebagaimana lazimnya anak-anak, mereka pun bermain kejar-kejaran di halaman rumah Khoirul Huda. Rupanya, di rumah tersebut ada kabel lampu yang menyentuh pagar. Nah, diduga, korban memegang pagar itu sehingga tersengat listrik.

Dari cerita Ilham, anak-anak tersebut tersetrum semua. Ilham bahkan mengaku sempat lemas setelah kejadian. Dia baru bisa beranjak berdiri setelah beberapa saat. Lalu berlari memberi tahu ibunya. Nasib berbeda menimpa Putri dan Dika. Tubuh keduanya ditengarai terlalu lama terpapar setrum listrik.

Warga sempat membawa dua bocah itu ke bidan desa. Tujuannya, memastikan kondisi korban. Nahas, takdir berkata lain. Bidan menyebut Putri, bocah yang masih berusia 3 tahun tersebut, sudah tidak bernyawa. Adapun Dika sejatinya masih selamat. Jantungnya masih berdetak. Lalu, bocah 7 tahun itu dilarikan ke RSI Masyitoh Bangil, Pasuruan. Namun, Dika mengembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan.

Sejumlah warga kemudian mengabarkan peristiwa memilukan tersebut ke Polsek Jabon. Jenazah kedua korban sempat dibawa ke RS Pusdik Gasum Porong sebelum akhirnya dimakamkan. ”Langsung kami tangani,” ujar Kapolsek Jabon AKP Saadun.

Unit Identifikasi Polresta Sidoarjo juga didatangkan ke lokasi kejadian. Tujuannya adalah memastikan penyebab kematian para korban. ”Karena pagarnya teraliri listrik,” ungkapnya. Fakta itu didapat setelah petugas mengecek dengan alat.

Jawa Pos sempat mendatangi rumah duka para korban. Namun, keluarga mereka tidak berkenan memberikan banyak komentar. Meskipun berat, mereka mengaku sudah ikhlas dan tidak mau masalah diperpanjang. ”Langsung tanya kepada polisi saja,” kata ayah Dika saat ditemui. (edi/c22/hud)

Related posts

Leave a Comment