Isu Dibalik Viralnya Asian Games dan Vaksin influenza

Ricky Soebagja mendapat vaksinasi pada acara sosialisasi vaksinasi influenza untuk Asian Games 2018, acara yang digelar Kemenpora Rabu (7/3) di Jakarta.

Portaldailynet, Surabaya – Pesta Olahraga Asia 2018 (bahasa Inggris: 2018 Asian Games), secara resmi dikenal sebagai Pesta Olahraga Asia ke-18, adalah acara olahraga multi-event regional Asia yang akan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018, di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang.

Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games IV yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962. Sebagian fasilitas yang dibangun untuk Asian Games IV akan kembali digunakan dalam Asian Games XVIII ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Asian Games akan diadakan di dua kota sekaligus.

Indonesia Asian Games Orginizing Committee (INASGOC), selaku panitia Asian Games 2018, hanya diberi waktu 2.4 tahun untuk bekerja ekstra keras demi peluang Indonesia menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya.

Menurut Muldoko, mari sukseskan Asian Games 2018, oleh karena itu kita harus menjadi tuan rumah yang baik. Ramah tamah dan santun pada yang lain, terutama delegasi Asian Games dan para pendukungnya. Sebab ini akan jadi cerita yang dibawa ke kampung halaman mereka masing – masing.

Semua persiapan sudah diupayakan agar pesta olahraga bergengsi bisa terlaksana dengan baik. Termasuk yang tidak kalah menariknya adalah pemberian vaksin kepada para atlet peserta Asian Games nanti.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memprogramkan pemberian vaksi influenza kepada para atlet pemusatan pelatihan nasional jelang Asian Games 2018 untuk menjaga kekebalan tubuh atlet selama berlatih.

“Vaksinasi influenza itu penting karena atlet tidak akan terkena flu dalam setahun. Flu akan menyebabkan kelelahan pada atlet,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana di Jakarta, Rabu.

Mulyana mengatakan atlet dan tim pelatnas Asian Games 2018 perlu mendapatkan sosialisasi vaksin influenza menyusul pencegahan kandungan zat doping dalam vaksin itu.

Dan yang lebih menariknya lagi adalah berita mengenai vaksin influenza dan Asian Games begitu viral, seakan-akan mengalahkan berita perpolitikan Indonesia saat ini.

Dan yang terbaru lagi dalam menyambut Asian Games 2018 dan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Indonesia, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggagas kegiatan dengan nama Harmoni Indonesia. Gelaran akbar yang akan melibatkan 7 juta mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Tanah Air, dapat disaksikan secara live streaming di Liputan6.com.

Untuk di Jakarta, acara akan digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Minggu 5 Agustus 2018 pukul 07.00 WIB. Selain di dalam negeri, Harmoni Indonesia juga diselenggarakan di delapan kota mancanegara.

Di antaranya Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, Seoul, Taiwan, Manila, dan Jepang. Warga Negara Indonesia yang berada di negara tersebut dapat datang ke KBRI setempat yang dapat menampung seribu sampai dua ribu orang.

Adapun isi dari acara tersebut di antaranya menyanyikan secara serentak lagu-lagu nasional. Seperti lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Garuda Pancasila, Rayuan Pulau Kelapa, dan Padamu Negeri.

Pertanyaannya, ada apakah ini? Apakah tidak menutup kemungkinan bahwa diviralkannya Asian Games dan Vaksin serta acara harmoni Indonesia ada kaitannya dengan kondisi politik Indonesia saat ini.

Sebagaimana yang kita pahami hari ini Indonesia marak dengan gerakan #2019GantiPresiden, dan dimana publik hari ini sedang ramai menuntut agar gerakan ini dibubarkan.

Memasuki tahapan pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pemilu 2019, dinamika politik memanas. Sikap Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat yang melarang gerakan #2019GantiPresiden menuai polemik.

Pengurus MUI Jabar menilai gerakan #2019GantiPresiden dinilai cenderung provokatif. Kejadian di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 29 Juli 2018 dijadikan contoh. Saat itu, aktivis gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman diadang massa yang kontra.

Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI) Aminuddin menilai bahwa Gerakan #2019GantiPresiden semakin menunjukkan identitasnya sebagai gerakan makar dan anti pancasila.

“Semakin kelihatan kalau gerakan #2019GantiPresiden ini adalah gerakan makar dan anti pancasila,” ujar Aminuddin Senin (6/8/2018).

Dalam pernyataannya yang diterima tribunnews.com, Aminuddin menduga, Gerakan #2019GantiPresiden mempunyai design sendiri untuk mengubah sistem negara. Dengan berganti Presiden, imbuh Amin, organisasi yang anti pancasila akan kembali tumbuh subur dinegara Indonesia.

Kalau bisa disimpulkan bahwa dengan diviralkannya pesta Asian Games dan Vaksin influenza serta acara harmoni Indonesia tidak menutup kemungkinan adanya upaya untuk meredam emosi masyarakat yang menginginkan ganti presiden.

(Hr)

Related posts

Leave a Comment