Jakarta Disebut Kota Intoleran Nomor 3, Begini Tanggapan Sandiaga Uno

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Calon wakil presiden Sandiaga Uno memberikan tanggapan atas survei Setara Institute yang menilai Kota Jakarta tak masuk dalam daftar 10 kota paling toleran di Indonesia.

Sandi yang juga mantan wakil gubernur DKI Jakarta melontarkan guyonan bahwa warga Jakarta harus lebih sering bermain basket agar menjadi lebih toleran.

“Karena kalau main basket itu toleransi banget, ada dari beribu-ribu suku sampai bule. Kita sangat toleran kalau main basket,” kata Sandi di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2018).

Dalam permainan basket, lanjut Sandi, penghargaan terhadap perbedaan dan keberagaman sangat tinggi.

“Ada habib, ada koh Aseng, ada Sunda, dari berbagai pilihan agamanya berbeda-beda nggak ada masalah,” ujar Sandi seraya memperkenalkan kawan-kawannya.

Baca: Alasan Daimler Gandeng Karoseri Tentrem dan Laksana di Peluncuran 2 Chassis Bus Terbaru

Sandi mengatakan temuan tentang Jakarta yang kurang toleran ini menjadi PR tersendiri bagi dirinya dan akan terus menggenjot supaya Jakarta semakin toleran dengan ukuran yang dapat disepakati bersama,

“Olahraga itu mempersatukan kita,” tutur dia.

Baca: Luhut: Elektabilitas Jokowi-Maruf Masih Rawan di Wilayah Banten

Berdasar Indeks Kota Toleran (IKT) 2018 yang diterbitkan Setara Institute, ada empat variabel yang digunakan sebagai alat ukur indikator toleransi dalam tata kelola kota, yaitu regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial dan demografi agama.

Dibandingkan dengan indikator tahun sebelumnya, terdapat penambahan variabel regulasi sosial, yaitu berupa indikator dinamika masyarakat sipil dan pada variabel demografi agama yaitu berupa inklusi sosial keagamaan.

DKI berada di peringkat 92 dari 94 kota yang menjadi objek studi penelitian yang dilakukan, dengan nilai 2,88, sementara di bawahnya ada Banda Aceh, dan Tanjung Balai.

Related posts

Leave a Comment