Jika Merapi Meletus, Warga Tlogolele dan Klakah Boyolali Diungsikan ke Magelang

Solopos.com, BOYOLALI — Pemkab Boyolali menggandeng Kabupaten Magelang dalam kerja sama sister village untuk penanggulangan bencana alam letusan Gunung Merapi khusus Desa Tlogolele dan Klakah, Kecamatan Selo.

Sister village bagi Desa Tlogolele adalah Desa/Kecamatan Mertoyudan, sedangkan sister village bagi Desa Klakah adalah Desa Gantang, Kecamatan Sawangan. Dalam skenario kerja sama ini, penanggulangan bencana jika terjadi letusan Gunung Merapi warga di Tlogolele dan Klakah ini akan diungsikan ke sister village di Magelang tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan kerja sama sister village ini sudah terbangun sejak 2018 dimulai dari Tlogolele. “Untuk sister village Tlogolele sudah sejak tahun lalu. Klakah baru 2019. Selasa [30/4/2019] lalu kedua desa menggelar sarasehan mengenai kerja sama sister village ini,” ujarnya kepada Solopos.com, Sabtu (4/5/2019).

Dia menambahkan kedua sister village di Magelang ini merupakan tempat terdekat dan relatif aman jika terjadi awan panas yang diasumsikan berembus ke timur. “Kalau warga relatif lebih aman dan yang paling dekat ya Gantang sama Mertoyudan itu. Kalau mengungsi ke timur justru malah berpapasan dengan awan panas,” imbuhnya.

Sebelumnya Pemkab juga sudah menetapkan desa-desa di Boyolali untuk jadi sister village bagi warga lereng gunung jika terjadi erupsi Merapi. Sister village tersebut berada di tiga kecamatan yakni Ampel, Mojosongo, dan Boyolali Kota.

Sister village di Kecamatan Ampel yaitu Desa Kembang, Banyuanyar dan Sidomulyo. Sister village di Kecamatan Mosojong adalah Singosari, Madu, Tambak, Karagnongko, dan Kelurahan Kemiri. Sedangkan Kecamatan Boyolali kota semuanya menjadi sister village kecuali Desa Winong.

Sekda Boyolali Masruri yang hadir dalam sarasehan sister village untuk Desa Klakah berharap kerja sama ini dapat menumbuhkan rasa persaudaraan empat desa di dua kabupaten.

“Sambung rasa ini nyawiji sak lawase [menyatu selamanya]. Jangan membeda-bedakan agama dan jangan membeda-bedakan kasta, yang penting ada sesuatu yang harus kita tangani dulu yakni urusan kemanusiaan,” ungkap Masruri seperti disampaikan dalam rilis Pemkab Boyolali.

Sementara itu, Kepala BPBD Magelang, Edy Susanto, siap bekerja sama dalam rangka kemanusiaan apabila terjadi erupsi Merapi. “Kami secara prinsip siap menerima, termasuk di dalamnya penanganan bencana. Berbicara kemanusiaan, hati kita satu saudara, Magelang siap menerima kehadiran warga kalau harus mengungsi,” ujarnya.

Related posts

Leave a Comment