Jokowi Akui Media Ikut Membesarkannya

JAKARTA & WASHINGTON DC —

Presiden Joko Widodo dan keluarga dengan terbuka mengakui besarnya peran media dalam membesarkan nama mereka. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan wartawan seusai jalan pagi di sekitar Istana Kepresidenan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu pagi (8/12).

Putra pertama presiden, Gibran Rakabuming, mengapresiasi peran media membesarkan usaha martabak yang digelutinya hingga dikenal luas masyarakat. “Untuk saya, media itu termasuk teman-teman yang membesarkan saya, dari mulai nol sampai sekarang. Jadi ketika ada berita positif saya terbantu, ketika ada berita negatif pun saya terbantu karena berita negatif itu juga menguntungkan untuk saya. Jadi terima kasih untuk teman-teman media yang hadir di sini,” ujar Gibran.

Ia kemudian menyebut usaha martabak yang digelutinya, yang dikenal sebagai “Markobar” atau singkatan dari “Martabak Kota Barat,” yang dikenal luas di dunia kuliner Indonesia berkat peran media. “Misalnya Markobar, itu kan cuma makanan kaki lima. Itu kalau enggak dibesarkan teman-teman media, enggak akan jadi apa-apa,” lanjutnya. Gibran juga menyebut beberapa UKM lain yang kini menjadi besar dan mendunia, seperti Go-Jek.

Presiden dan keluarga bincang-bincang santai dengan wartawan di salah satu sudut Istana Kepresidenan di Bogor, Sabtu (8/12). (Foto courtesy: Setpres RI)

Presiden dan keluarga bincang-bincang santai dengan wartawan di salah satu sudut Istana Kepresidenan di Bogor, Sabtu (8/12). (Foto courtesy: Setpres RI)

Presiden Joko Widodo yang mengamati pernyataan Gibran itu membenarkan apa yang disampaikannya. “Benar yang disampaikan (Gibran.red). Saya ini 2004 siapa sih yang kenal? Sebelum jadi wali kota. Atau pas pilkada pertama, siapa sih yang kenal saya? Enggak ada,” ujar Jokowi. Ditambahkannya, ‘’dikenal itu ketika media lokal mulai mengangkat, media nasional mulai mengangkat, dari situ dimulai sebetulnya.’’

Presiden dan Keluarga Luangkan Waktu Jalan Pagi dan Bincang-Bincang dengan Wartawan

Bincang-bincang santai dengan wartawan di Istana Kepresidenan di Bogor ini menjadi meriah dengan kehadiran dua cucu presiden, Jan Ethes dan Sedah Mirah. Jan Ethes yang berusia dua tahun, dengan lugas menyebut satu per satu nama anggota keluarga dengan logat khas anak-anak. Ia juga memberi salam hormat ketika mendengar kakeknya menyanyikan beberapa bait lagu “Indonesia Raya.”

“Berkumpul seperti ini sangat sulit. Saya harus ngomong apa adanya karena masing-masing sudah punya kesibukan sendiri, kegiatan sendiri,’’ ujar Jokowi. Meskipun demikian ia merasa bersyukur karena anak-anaknya kini sudah mandiri. “Alhamdulillah saya selalu bersyukur bahwa diberikan anak-anak yang menurut saya sangat membanggakan. Bersyukur mereka sudah bisa mandiri. Ada yang jualan kopi, ada yang jualan martabak, ada yang jualan pisang goreng. Yang penting mandiri, tanggung jawab sendiri, dan sudah bekerja sendiri. Artinya saya sudah enggak mikir mereka harus dicarikan pekerjaan apa. Jadi itu yang saya syukuri,” ungkapnya.

Yang lebih menggembirakan lagi adalah ketika diberi dua cucu, satu laki-laki dan satu perempuan. Jan Ethes, yang berusia dua tahun, adalah anak pasangan Gibran dan Selvi Ananda. Sementara Sedah Mirah, yang baru berusia beberapa bulan, adalah anak pasangan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

Presiden kerap menghubungi cucu pertamanya Jan Ethes, dengan video call, setiap malam, untuk mendapat semangat baru. (Foto courtesy: Setpres RI)

Presiden kerap menghubungi cucu pertamanya Jan Ethes, dengan video call, setiap malam, untuk mendapat semangat baru. (Foto courtesy: Setpres RI)

“Nikmat ada cucu laki-laki, cucu perempuan. Jan Ethes sudah, Sedah Mirah sudah. Lengkap!” tutur Jokowi dengan sumringah. “Saya selalu malah bisa video call Jan Ethes, jam 9 atau 10 malam, jika tidak ada kegiatan di luar kota yang sampai tengah malam, saya video call dia sebelum tidur,” tambahnya.

Jokowi mengatakan keluarga penting untuk memotivasi, mendorong dan memberikan semangat. “Kalau pas pikiran lagi banyak masalah, ketemu keluarga itu memberikan semangat dan energi baru.”

Jokowi dan Keluarga Akui Kerap Dikritik

Jokowi dan keluarga mengakui bahwa kritik kerap dilayangkan pada mereka. “Comment negatif pasti selalu ada, dari jaman Bapak jadi walikota, gubernur hingga pemilihan presiden kedua ini, ya ada comment negatif terus. Yang penting keluarga tidak reaktif,” ujar Gibran.

Ibu Negara Iriana mengatakan hanya memberi dukungan dalam bentuk doa kepada keluarga jika sedang menemui masalah. (Foto courtesy: Setpres RI).

Ibu Negara Iriana mengatakan hanya memberi dukungan dalam bentuk doa kepada keluarga jika sedang menemui masalah. (Foto courtesy: Setpres RI).

Dalam bincang-bincang Sabtu pagi ini hadir pula Ibu Negara Iriana, putra dan putri presiden – Gibran Rakabuming dan Kahiyang Ayu – serta kedua menantu – Selvi Ananda dan Bobby Nasution. Tidak ketinggalan kedua cucu, Jan Ethes dan Sedah Mirah. Hanya putra bungsu presiden, Kaesang Pangarep, yang berhalangan karena harus berangkat ke luar kota. [ah/em]

Original Source

Related posts

Leave a Comment