Jokowi Pamer Kemenangan di Solo dan Jakarta ke Alumni UI

Jakarta, CNN Indonesia — Calon Presiden petahana nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) sore hari ini menghadiri deklarasi dukungan sejumlah alumni Universitas Indonesia, di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta.

Di depan lulusan Kampus Kuning itu, Jokowi memamerkan kemenangannya ketika dia bersaing dalam pemilihan kepala daerah di Surakarta dan DKI Jakarta.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidato sambutannya pada Sabtu (12/1). Mula-mula Jokowi mengutarakan awal mula kiprah politiknya, karena sebelumnya dia adalah seorang pengusaha.

Jokowi mengaku terkejut dan pusing karena dunia politik dan pemerintahan berbeda jauh dari perkiraannya. Dia pun mengakui menjadi pemimpin negara butuh pengalaman dalam hal kepemimpinan.

“Apa yang saya alami? Kaget dan harus banyak belajar. Di awal pusing karena belum miliki pengalaman di pemerintahan. Itu yang saya sampaikan di awal, perlu pengalaman untuk memerintah. Apa lagi negara Indonesia besar begini. Jangan coba-coba,” ujar Jokowi.

Lihat juga:Alumni UI Suarakan Dukungan Jokowi di Kawasan GBKJokowi lantas bernostalgia ketika dia mengikuti Pilkada Surakarta pada 2005 silam. Dia mengaku ketika itu kalah pamor dari tiga pesaingnya.

Jokowi lantas menang saat itu, meski selisihnya tipis. Di masa berikutnya dia kembali mengikuti pilkada Surakarta dan menyatakan menang mutlak dari lawannya.

“Kemudian masuk periode kedua. Tanpa kampanye, tanpa keluar uang, saya masuk periode dua dan dapat 91 persen, periode pertama 37 persen,” kata Jokowi.

Belum selesai menjalani masa pemerintahannya, Jokowi lantas ditarik untuk mengikuti Pilkada DKI Jakarta pada 2014. Saat itu dia berduet dengan Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disapa Ahok. Lagi-lagi dia dihadapkan pada kenyataan kalau sosoknya masih kalah pamor dari lawan-lawannya.

Lihat juga:Saran Jokowi Pilih Pemimpin di Depan Ribuan Pengemudi Online “Atas kehendak Allah, dan keinginan masyarakat yang beri amanah, saya masuk lingkup lebih besar di provinsi seperti Jakarta. Yang masalahnya sangat besar. Terutama banjir dan macet,” ujar Jokowi.

Jokowi mengklaim berbekal pengalaman menjadi wali kota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta, dia kini memahami tata cara mengelola negara.

“Karena pengalaman kota dan provinsi, waktu masuk kelola negara saya biasa saja karena sudah miliki pengalaman itu,” kata Jokowi.

Jokowi menyatakan pengalaman menjadi hal yang penting saat dipercaya menjadi pejabat publik. Meski demikian, dia mengaku butuh waktu untuk beradaptasi.

Lihat juga:Tanggapi GP Ansor, Tim Jokowi Klaim Tak Ada Kelompok Radikal “Di sebuah kota saya perlu 1-2 tahun untuk belajar, apa lagi untuk kelola negara. Butuh waktu berapa tahun pertanyaan saya?,” ujar Jokowi. (adp/ayp)

Original Source

Related posts

Leave a Comment