Kader Golongan tertentu Mengklaim, Suara Pemilu bisa Tentukan Surga Neraka

Portaldailynet, Jakarta – Pemilihan calon presiden dan wakil presiden tinggal beberapa bulan lagi. Namun gaungnya sudah membahana ke seantero Indonesia. Berbagai macam cara dilakukan untuk memenangkan sebuah pertarungan yaitu presiden dan wakil presiden.

Baik dari pihak petahana dengan #2019tetapjokowi, sementara dari kubu oposisi mengusung #2019GantiPresiden. Dan semua orang yang tergabung dalam tim sukses pemenangan calon masing-masing kubu berusaha semampunya untuk memenangkan jagonya.

Sebut saja Farhat Abbas, jurkam pasangan Jokowi – Ma’ruf, menyerukan bahwa jika Jokowi adalah presiden yang bakal menuntun Indonesia masuk surga. Sebaliknya bagi mereka yang tak memilih jokowi justru bakal masuk neraka.

Sungguh ini pendapat yang sangat kontroversi, maka pantas apabila mendapat protes dari para netizen.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menanggapi pernyataan anggota tim kampanye nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Farhat Abbas yang menyebut pemilih yang memilih Jokowi akan masuk surga, sedangkan pemilih yang tidak milih Jokowi masuk neraka.

“Ya Allah, astafigrullah aladzim. Saya harus banyak istigfar ini. Saya kan juga pengin masuk surga, gimana sih. Apa mungkin dia pegang kunci surga kali ya,” kata Muzani di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9).

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi ucapan Farhat Abbas soal ‘pilih Jokowi masuk surga’. Menurutnya, ucapan Farhat Abbas tidak rasional dan memiliki diksi jangka pendek dan bentuk politik alay.

“Politik kita itu dipenuhi dengan diksi-diksi jangka pendek seperti diksi provokatif, hiburan yang irasional. Yang dilontarkan bukan ide yang menghasilkan dialektika yang positif. Yang dihadirkan justru narasi yang irasional, seperti Farhat Abbas itu tadi,” ucap Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui seusai diskusi inDEMO (Indonesian Democracy Monitor), Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Aneh bin ajaib, seorang jurkam dari pasangan Jokowi – Ma’ruf, bisa mengatakan semacam itu. Seakan dia tidak mengetahui siapa Ma’ruf Amin, cawapres, yang dikampanyekan.

Lantas bagaimana sikap yang diambil pemerintah, menindak tegas atau membiarkan karena seorang jurkam petahana dan putra Abbas Said yang merupakan Wakil Ketua Komisi Yudisial 2013-2015 mendapat Bintang Mahaputera Nararyadari Presiden Jokowi.

Harusnya bersikap adil, karena pendapatnya mengundang amarah masyarakat, karena merupakan pelecehan. Surga dan neraka hanya cukup bermodalkan selembar kertas bergambar paslon capres dan cawapres.

(hr)

Related posts

Leave a Comment