Kejari Batam Kembalikan Barang Bukti Uang Kepada Korban Pungli

Batam, Gatra.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam mengembalikan barang bukti uang tunai, dalam kasus pungutan liar (Pungli) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 tahun ajaran 2018/2019 di Sei Panas, Batam, sebesar kurang lebih Rp473 juta kepada orang tua siswa.

Pengembalian barang bukti uang tunai ini langsung diserahkan oleh Kepala Kejari Batam, Dedie Tri Hariyadi kepada perwakilan orang tua siswa yang telah menjadi korban pungli Kepala Sekolah SMPN 10, Sei Panas, Batam.

Barang bukti uang tunai ratusan juta rupiah tersebut dikembalikan kepada orang tua siswa, berdasarkan hasil putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjung Pinang, Kepri, karena kasus tersebut sudah berkekuatan hukum tetap (Incrah), Senin (11/3) lalu.

“Barang bukti ini kami kembalikan kepada orang tua siswa untuk meringankan beban setiap keluarga yang telah menjadi korban,” kata Dedie, Kamis (21/3) di kantor Kejari Batam.

Dedie menambahkan, sistem dan proses pengembalian uang tunai kepada orang tua siswa tersebut setelah pihaknya melakukan inventarisir yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Batam. “Untuk mendata wali murid yang telah menjadi korban melalui pemberkasan andministrasi,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Yunus saat menemui para orang tua murid. Dirinya mengatakan bahwa nantinya pihak keluarga lainnya yang tidak hadir di Kejari Batam, pihaknya akan mengantarkan uang tersebut kepada setiap keluarga yang menjadi korban.

“Saat ini yang hadir hanya perwakilan wali murid, yakni tiga orang tua murid disetiap kelasnya, tetapi nanti untuk keluarga lainnya, Kejari Batam akan mengantarkan langsung uang tunai yang sempat menjadi barang bukti kepada setiap keluarga yang telah menjadi korban,” tuturnya.

Sebelumnya, Tim saber pungli Polresta Barelang Batam, berhasil mengungkap praktik pungli PPDB tahun ajaran 2018/2019 di SMPN 10 Sei Panas, Batam. Kasus tersebut melibatkan 5 orang tersangka yakni kepala sekolah, ketua komite dan 3 orang guru pengajar, pada Sabtu (14/7/2018) lalu, yang kasusnya kini telah masuk tahap persidangan di Pengadilan tindak pidana Korupsi, Tanjungpinang, dan para terdakwa dituntut hukuman penjara selama 3,5 tahun.


Reporter: Panca

Editor: Bernadetta Febriana

Original Source

Related posts

Leave a Comment