Kekeringan, Warga di Mozambik Berjalan 1 Jam ke Sumber Air

Pemerintah setempat membatasi cadangan air untuk dapat digunakan bersama

REPUBLIKA.CO.ID, MAPUTO — Kekeringan melanda Chamanculo, salah satu distrik di Maputo, Mozambik. Hal ini membuat pemerintah setempat membatasi cadangan air yang tersedia untuk dapat digunakan secara bersama.

Air yang tersedia dijatah dengan ketat, air di keran harus dimatikan, hingga larangan irigasi. Hal ini membuat jaringan air yang digunakan warga untuk mengaliri air dari sumber yang letaknya sangat jauh itu tidak berguna.

Dampak aturan itu sangat terasa bagi warga yang tak mampu membeli sumur pribadi, sumur bor, hingga tangki tambahan. Alat-alat itu bisa digunakan oleh warga yang berkecukupan di Mozambik, sehingga mereka tak terkena pembatasan air.

Pada akhirnya, warga di Chamanculo tak memiliki pilihan. Mereka harus kembali seperti beberapa tahun lalu, mengambil air ke sumber yang disediakan dan harus berhati-hati agar tak ada yang tumpah.

“Sumber air yang berasal dari sumur bor itu agak jauh mungkin sekitar satu jam,” ujar Helena Metela, salah satu warga Chamanculo dilansir The Guardian, Ahad (22/4).

Dengan kekurangan air yang semakin parah itu, warga hanya berharap agar hujan segera turun di Mozambik.

Pemerintah di negara itu, khususnya di Ibu Kota Maputo sementara mempertimbangkan membawa kembali pompa komunitas untuk menangani pasokan air yang semakin berkurang.

Begitu mendesaknya masalah kekeringan ini membuat pemerintah, penyedia air, regulator, dan LSM pada akhir bulan lalu berkumpul di pusat Maputo untuk membahas solusi yang mungkin dicapai.

Related posts

Leave a Comment