Kemendag Dorong Ekspor Berbasis Desain

Produk dengan sentuhan desain unik akan memiliki nilai lebih tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perdagangan, melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), meluncurkan ajang “Good Design Indonesia” (GDI), Senin (23/4).

Direktur Jenderal PEN Arlinda menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan ajang seleksi produk ekspor berbasis desain. Produk yang lolos seleksi dan meraih penghargaan GDI akan mendapat kesempatan publikasi dari Kementerian Perdagangan. Selain itu, produk peraih anugerah GDI juga akan ditampilkan dalam sejumlah pameran berskala internasional.

Arlinda berharap,melalui kegiatan GDI, pelaku usaha dapat termotivasi untuk mengembangkan produk berbasis desain. “Biasanya, kalau sudah tersentuh desain, harganya akan lebih bagus. Itu yang jadi sasaran kita supaya bisa meningkatkan nilai ekspor,” ujar Arlinda, usai acara peluncuran di kantor Kementerian Perdagangan.

Ia mencontohkan, ada produk furnitur karya desainer lokal yang dijual dengan harga 1.350 euro per unit. Menurut Arlinda, produk tersebut dihargai dengan nilai yang tinggi karena karya desainnya yang unik.”Tanpa kita lakukan itu, ya biasa-biasa saja ekspornya.”

Untuk mendorong pelaku usaha mengembangkan produk berbasis desain, Arlinda menyebut, Kementerian Perdagangan telah memiliki program pembinaan khusus. Ada deainer-desainer profesional yang memberikan pendampingan langsung pada pelaku usaha.

Ajang GDI sendiri pada tahun ini dibuka untuk enam kategori produk, yakni furnitur dan home decor, peralatan rumah tangga, gaya hidup dan aksesori, kemasan dan desain grafis, serta transportasi dan elektronik. Dalam pelaksaan kegiatan tersebut, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Japan Institute of Design Promotion (JDP).GDI sendiri pertama kali diselenggarakan pada 2017 lalu. Konsep kegiatan GDI mengadaptasi Good Design Award yang ada di Jepang.

Related posts

Leave a Comment