Kenaikan Gaji PNS Jelang Pilpres Menuai Kritik Dari BPN Prabowo

Kenaikan Gaji PNS Jelang Pilpres Menui Kritik Dari BPN Prabowo

PolitikToday- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional(BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara mengkritisi keputusan Jokowi selaku Presidenyang meneken kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjelang Pemilu2019.

“Kenaikan gaji PNS yang diumumkan pada saat tahunpolitik sekarang ini, jelang Pilpres dan Pileg ini patut juga dikritisi,” ungkapSuhendra, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Suhendra menenggarai kebijakan ini, bukan hanya karenanuansa politisnya. Namun, lebih soalkapasitas fiskal atau kemampuan APBN Indonesia saat ini yang sudahcukup berat. Suhendramenyebut kenaikan tersebut akanmenambah beban APBN.

“Defisit anggaran yang cukup besar, menumpuknya hutangpemerintah, target pajak yang tidak tercapai, sudah barang tentu keputusanpolitik pemerintah ini patut dikritisi,” ungkapnya.

Beban berat APBN berakibat kesektor lain. Suhendra menyebutkan beberapa kejadian di tahun sebelumnya. Pada 2016, dimana gajidan tunjangan pada Januari-Februari telat turun lantaran anggaran 2016 belumcukup.

lebih lanjutnya, beban berat APBN pada 2015 ada banyak pemotongan pemotongan anggaran atau revisi anggaran secarabesar-besaran.

“Sehingga banyak program-program yang sudah berjalan di-review, akibatnya banyakpembatalan kontrak proyek-proyek pemerintah yang sudah ditandatangani,” beberSuhendra.

“Saya tahu karena saya pernah di pemerintahan ini selamalebih kurang 4 tahun. Pernah merasakan sesuatu yang janggal berupa telatnyapembayaran gaji pada tahun anggaran 2016,” tukasnya.

Suhendramenilai bahwa kenaikan gaji PNS terlalu dipaksakan. Hal ini menimbulkankecurigaan terhadap petahana Joko Widodo yang sedang yang juga calon Presiden yang ikut kontestasi Pemilu 2019.

“Ya inilah keuntungan bagi petahana, yang dapatmenggunakan fasilitas dan kebijakannya untuk kepentingan politiknya. Pada sisiyang lain kami patut sayangkan ya, karena mereduksi nilai edukasipolitik,” tutupnya.(hz)


Baca jugaWaketum MUI: Dana Haji tak Boleh Diinvestasikan

Original Source

Related posts

Leave a Comment